15 February 2026, 6:18 AM WIB

Kya-Kya Chunjie Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Budaya Otentik di Kawasan Pecinan Kembang Jepun Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Kya-Kya Chunjie Fest 2026 akan digelar di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun pada 14–16 Februari 2026.

Mengusung tema “Harmoni Cinta dan Budaya Pecinan di Surabaya”, festival ini berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB dengan beragam pertunjukan budaya, kuliner khas, serta atraksi menarik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menyampaikan bahwa festival ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya otentik.

“Kami ingin menyajikan pengalaman Imlek yang otentik melalui kegiatan hiburan yang variatif. Selain itu, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong peningkatan pendapatan UMKM di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun, sekaligus menggerakkan roda ekonomi sektor pariwisata di sekitarnya,” ujarnya, Jumat (13/2).

Rangkaian kegiatan tidak hanya terpusat pada malam hari, melainkan juga diawali dengan walking tour pada 7 dan 14 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.

IMG-20260213-WA0050

IMG-20260213-WA0053

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian Tionghoa, lebih dari 50 tenant kuliner khas pecinan, dan mini games berhadiah setiap hari.

“Seluruh tenant kuliner merupakan UMKM Surabaya, dan mayoritas performer berasal dari komunitas Tionghoa serta pelaku seni warga Surabaya. Ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha lokal,” jelas Herry.

Dampak ekonomi yang diharapkan antara lain peningkatan omzet harian UMKM, bertambahnya pendapatan tenaga kerja warga sekitar seperti pengemudi becak wisata, serta meningkatnya eksposur bagi pelaku usaha pariwisata di kawasan tersebut.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, Disbudporapar telah melakukan koordinasi dengan berbagai OPD terkait seperti Satpol PP, Dishub, DLH, serta pemangku wilayah dan kepolisian setempat. Fasilitas tempat duduk juga ditambahkan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati festival ini dengan aman, nyaman, dan tertib, sehingga Kya-Kya Chunjie Fest benar-benar menjadi ruang perayaan budaya yang inklusif dan menyenangkan bagi semua,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Kya-Kya Chunjie Fest 2026 akan digelar di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun pada 14–16 Februari 2026.

Mengusung tema “Harmoni Cinta dan Budaya Pecinan di Surabaya”, festival ini berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB dengan beragam pertunjukan budaya, kuliner khas, serta atraksi menarik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menyampaikan bahwa festival ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya otentik.

“Kami ingin menyajikan pengalaman Imlek yang otentik melalui kegiatan hiburan yang variatif. Selain itu, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong peningkatan pendapatan UMKM di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun, sekaligus menggerakkan roda ekonomi sektor pariwisata di sekitarnya,” ujarnya, Jumat (13/2).

Rangkaian kegiatan tidak hanya terpusat pada malam hari, melainkan juga diawali dengan walking tour pada 7 dan 14 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.

IMG-20260213-WA0050

IMG-20260213-WA0053

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian Tionghoa, lebih dari 50 tenant kuliner khas pecinan, dan mini games berhadiah setiap hari.

“Seluruh tenant kuliner merupakan UMKM Surabaya, dan mayoritas performer berasal dari komunitas Tionghoa serta pelaku seni warga Surabaya. Ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha lokal,” jelas Herry.

Dampak ekonomi yang diharapkan antara lain peningkatan omzet harian UMKM, bertambahnya pendapatan tenaga kerja warga sekitar seperti pengemudi becak wisata, serta meningkatnya eksposur bagi pelaku usaha pariwisata di kawasan tersebut.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, Disbudporapar telah melakukan koordinasi dengan berbagai OPD terkait seperti Satpol PP, Dishub, DLH, serta pemangku wilayah dan kepolisian setempat. Fasilitas tempat duduk juga ditambahkan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menikmati festival ini dengan aman, nyaman, dan tertib, sehingga Kya-Kya Chunjie Fest benar-benar menjadi ruang perayaan budaya yang inklusif dan menyenangkan bagi semua,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait