METROTODAY, SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang menerjang kawasan Terminal Kalimas, Surabaya. Meski mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pergudangan, Pelindo memastikan aktivitas logistik dan bongkar muat tetap berjalan lancar.
Angin kencang yang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan pada bagian atap Gudang 611 dan Gudang 612. Sebagai langkah mitigasi, tim operasional segera melakukan pengamanan dan penutupan kargo di Gudang 612 yang berisi komoditas guna mencegah kerusakan akibat air hujan.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan keselamatan personel dan keamanan barang milik pelanggan.
“Kami memastikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan aspek keselamatan. Fokus utama kami adalah pengamanan kargo pelanggan, percepatan pemulihan fasilitas, serta menjaga kelancaran operasional. Secara umum, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kalimas tetap berjalan normal,” ujar Purwanto, Rabu (11/2).

Terkait aksesibilitas, Pos 4 Kalimas sempat mengalami gangguan akibat material bangunan yang terdampak cuaca. Namun, pihak Pelindo telah memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan skema in and out melalui akses yang sama untuk menjamin kelancaran arus barang.
Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menambahkan bahwa tim di lapangan langsung melakukan langkah mitigasi sesaat setelah kejadian. Ia menekankan bahwa koordinasi dengan pemilik barang terus dilakukan agar proses distribusi tidak terhambat.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemilik barang untuk memastikan proses delivery tetap berjalan dan diupayakan tidak mengalami kendala signifikan. Saat ini aktivitas bongkar muat dan layanan operasional Kalimas tetap lancar,” ungkap Ana.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Jawa Timur memang sedang berada dalam periode potensi cuaca ekstrem hingga pertengahan Februari 2026 akibat pengaruh Monsun Asia. Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di seluruh area operasional guna mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.
Hingga saat ini, proses pembersihan area, perbaikan jaringan listrik, dan pemulihan sistem pendukung lainnya terus dikebut. Pelindo juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. (ahm)

