10 February 2026, 6:34 AM WIB

Semarak Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo, dari Wayangan hingga Tanggulangin Fair

METROTODAY, SIDOARJO — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, ekonomi, hingga keagamaan yang melibatkan masyarakat luas. Perayaan yang mengusung semangat kebersamaan itu tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga penguatan komitmen pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Puncak peringatan Harjasda ke-167 digelar melalui upacara resmi di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo pada 31 Januari 2026. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi dan diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, serta masyarakat. Tema peringatan tahun ini adalah “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh.”

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa usia 167 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus dijadikan pijakan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

”Harjasda bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum refleksi untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Sidoarjo yang lebih maju,” jelas Subandi.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.50.10
Tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak Januari hingga beberapa bulan ke depan. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup kegiatan sosial, keagamaan, budaya, hingga hiburan rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu kegiatan sosial yang mendapat perhatian masyarakat adalah khitan massal gratis yang digelar di Pendopo Delta Wibawa. Sebanyak 165 anak dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut dengan dukungan tenaga kesehatan dari RSUD dan puskesmas di Sidoarjo.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. ”Kegiatan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain kegiatan sosial, Pemkab Sidoarjo juga menggelar doa bersama 1.000 anak yatim sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa dan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, serta pengurus yayasan yatim-piatu.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan bahwa kegiatan doa bersama menjadi simbol kebersamaan dan harapan agar Sidoarjo terus berkembang menjadi daerah yang lebih baik. “Di usia yang ke-167 ini, Sidoarjo harus semakin kokoh dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Semarak Harjasda juga terlihat dari kegiatan budaya. Salah satunya pergelaran wayang kulit dan festival seni budaya di Pendopo Delta Wibawa. Pertunjukan tersebut menghadirkan dalang Ki Campursari Toto Aji, hiburan Cak Percil dan kawan-kawan, serta penampilan sanggar seni lokal. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar Sabtu (7/2/2026) malam di Pendopo Delta Wibawa, dibawakan oleh dalang Ki Didik Sasmita Aji asal Gresik.

Tahun ini, lakon “Semar Mbangun Kayangan” dipilih sebagai sajian utama. Pagelaran dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong dan penyerahan tokoh wayang Semar oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, kepada dalang.

Subandi menyebut kegiatan seni budaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah. ”Pelestarian seni budaya lokal harus terus dilakukan, terutama melalui momentum Harjasda yang melibatkan masyarakat secara langsung,” katanya.

Di bidang pendidikan dan literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar Literasi Anak yang diikuti siswa PAUD dan sekolah dasar. Kegiatan itu diisi dengan lomba mewarnai serta pengenalan sejarah dan budaya lokal kepada anak-anak.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Erna Kusumawati, mengatakan bahwa literasi perlu dikenalkan sejak usia dini agar generasi muda memahami sejarah daerahnya. “Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai budaya dan identitas daerah,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.52.14
Gebyar Literasi Anak yang diikuti siswa PAUD dan sekolah dasar menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.

Perayaan Harjasda juga diramaikan kegiatan ekonomi kreatif melalui Tanggulangin Fair 2026 yang digelar selama beberapa hari di Pasar Wisata Tanggulangin. Kegiatan itu menampilkan produk UMKM, kerajinan kulit, kuliner khas Sidoarjo, serta hiburan masyarakat. Penutupan Tanggulangin Fair dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melalui kegiatan riding bersama komunitas Volkswagen dan Vespa sebagai simbol kebersamaan masyarakat Sidoarjo.

Tanggulangin Fair menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus penguatan sektor UMKM. ”Momentum Harjasda dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas pasar produk unggulan Sidoarjo,” ujar Subandi.

Di tingkat desa, tradisi lokal juga turut memeriahkan Harjasda. Masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, menggelar sedekah bumi dengan tumpeng tempe raksasa setinggi lebih dari 13 meter yang dibuat dari ratusan kilogram kedelai. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus identitas desa pengrajin tempe. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk mengikuti prosesi doa dan pembagian tempe yang diyakini membawa berkah.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.50.48
Kegiatan sedekah bumi turut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.

Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 bukan hanya seremoni tahunan, melainkan perayaan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Bahkan, rangkaian peringatan masih akan digelar hingga April mendatang. Pada Selasa (10/2/2026) ada kegiatan Sidoarjo bersholawat dan Tabligh Akbar bersama Gus Iqdam di Mal Pelayanan publik Sidoarjo.

Masih akan ada Grand Final Guk Yuk Cilik pada 11 April 2026, Jayandaru Run Festival pada 19 April 2026, dan Pesta Rakyat 25 April 2026 mendatang di Lapangan Parkir MPP Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Subandi berharap momentum Harjasda dapat memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin peringatan Hari Jadi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Sidoarjo adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal tahun hingga beberapa bulan ke depan, Harjasda ke-167 menjadi simbol kebersamaan sekaligus optimisme menuju Sidoarjo yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan. (red/uzi)

METROTODAY, SIDOARJO — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, ekonomi, hingga keagamaan yang melibatkan masyarakat luas. Perayaan yang mengusung semangat kebersamaan itu tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga penguatan komitmen pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Puncak peringatan Harjasda ke-167 digelar melalui upacara resmi di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo pada 31 Januari 2026. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi dan diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, serta masyarakat. Tema peringatan tahun ini adalah “Inklusif Berkelanjutan, Sidoarjo Tangguh.”

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa usia 167 tahun merupakan perjalanan panjang yang harus dijadikan pijakan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

”Harjasda bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum refleksi untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Sidoarjo yang lebih maju,” jelas Subandi.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.50.10
Tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak Januari hingga beberapa bulan ke depan. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup kegiatan sosial, keagamaan, budaya, hingga hiburan rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu kegiatan sosial yang mendapat perhatian masyarakat adalah khitan massal gratis yang digelar di Pendopo Delta Wibawa. Sebanyak 165 anak dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut dengan dukungan tenaga kesehatan dari RSUD dan puskesmas di Sidoarjo.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. ”Kegiatan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain kegiatan sosial, Pemkab Sidoarjo juga menggelar doa bersama 1.000 anak yatim sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa dan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, serta pengurus yayasan yatim-piatu.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan bahwa kegiatan doa bersama menjadi simbol kebersamaan dan harapan agar Sidoarjo terus berkembang menjadi daerah yang lebih baik. “Di usia yang ke-167 ini, Sidoarjo harus semakin kokoh dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Semarak Harjasda juga terlihat dari kegiatan budaya. Salah satunya pergelaran wayang kulit dan festival seni budaya di Pendopo Delta Wibawa. Pertunjukan tersebut menghadirkan dalang Ki Campursari Toto Aji, hiburan Cak Percil dan kawan-kawan, serta penampilan sanggar seni lokal. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar Sabtu (7/2/2026) malam di Pendopo Delta Wibawa, dibawakan oleh dalang Ki Didik Sasmita Aji asal Gresik.

Tahun ini, lakon “Semar Mbangun Kayangan” dipilih sebagai sajian utama. Pagelaran dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong dan penyerahan tokoh wayang Semar oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, kepada dalang.

Subandi menyebut kegiatan seni budaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah. ”Pelestarian seni budaya lokal harus terus dilakukan, terutama melalui momentum Harjasda yang melibatkan masyarakat secara langsung,” katanya.

Di bidang pendidikan dan literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar Literasi Anak yang diikuti siswa PAUD dan sekolah dasar. Kegiatan itu diisi dengan lomba mewarnai serta pengenalan sejarah dan budaya lokal kepada anak-anak.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Erna Kusumawati, mengatakan bahwa literasi perlu dikenalkan sejak usia dini agar generasi muda memahami sejarah daerahnya. “Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai budaya dan identitas daerah,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.52.14
Gebyar Literasi Anak yang diikuti siswa PAUD dan sekolah dasar menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.

Perayaan Harjasda juga diramaikan kegiatan ekonomi kreatif melalui Tanggulangin Fair 2026 yang digelar selama beberapa hari di Pasar Wisata Tanggulangin. Kegiatan itu menampilkan produk UMKM, kerajinan kulit, kuliner khas Sidoarjo, serta hiburan masyarakat. Penutupan Tanggulangin Fair dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melalui kegiatan riding bersama komunitas Volkswagen dan Vespa sebagai simbol kebersamaan masyarakat Sidoarjo.

Tanggulangin Fair menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus penguatan sektor UMKM. ”Momentum Harjasda dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas pasar produk unggulan Sidoarjo,” ujar Subandi.

Di tingkat desa, tradisi lokal juga turut memeriahkan Harjasda. Masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, menggelar sedekah bumi dengan tumpeng tempe raksasa setinggi lebih dari 13 meter yang dibuat dari ratusan kilogram kedelai. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus identitas desa pengrajin tempe. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk mengikuti prosesi doa dan pembagian tempe yang diyakini membawa berkah.

WhatsApp Image 2026-02-09 at 21.50.48
Kegiatan sedekah bumi turut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.

Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 bukan hanya seremoni tahunan, melainkan perayaan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Bahkan, rangkaian peringatan masih akan digelar hingga April mendatang. Pada Selasa (10/2/2026) ada kegiatan Sidoarjo bersholawat dan Tabligh Akbar bersama Gus Iqdam di Mal Pelayanan publik Sidoarjo.

Masih akan ada Grand Final Guk Yuk Cilik pada 11 April 2026, Jayandaru Run Festival pada 19 April 2026, dan Pesta Rakyat 25 April 2026 mendatang di Lapangan Parkir MPP Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Subandi berharap momentum Harjasda dapat memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin peringatan Hari Jadi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Sidoarjo adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal tahun hingga beberapa bulan ke depan, Harjasda ke-167 menjadi simbol kebersamaan sekaligus optimisme menuju Sidoarjo yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan. (red/uzi)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait