9 February 2026, 11:03 AM WIB

Wajah Baru Alun-Alun Sidoarjo: Ruang Publik Modern untuk Semua Kalangan

METROTODAY, SIDOARJO – Alun-Alun Sidoarjo yang baru jadi kado terindah peringatan Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo. Ruang terbuka hijau paling ikonik di jantung kota kini tampil lebih rapi, modern, dan ramah semua usia. Proyek revitalisasi yang dimulai 2025 itu telah rampung seratus persen dan resmi dibuka pada Jumat (30/1/2026).

”Alhamdulillah, alun-alun kini tidak hanya sekadar taman kota,” ujar Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arief Mulyono saat ditemui di lokasi Jumat pekan lalu. ”Ini sudah jadi ruang publik berkelas. Tempat berkumpul, berkreasi, dan berkegiatan,” imbuhnya.

Fasilitas Baru yang Bikin Betah

Begitu memasuki area alun-alun, pengunjung akan langsung disapa oleh deretan pepohonan rapi yang tertata apik. Lalu, ada amphitheater tempat pertunjukan seni dan pentas komunitas lokal. Panggung terbuka itu siap menjadi ruang apresiasi budaya dan kreativitas warga.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 16.09.41
Alun-Alun Sidoarjo dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, tempat bermain ramah anak, faslitas gym outdoor, dan arena skateboard. (metrotoday)

Tidak jauh dari situ, ada zona bermain anak lengkap dengan permainan interaktif yang aman. Tak kalah menarik, ada area lansia yang nyaman untuk duduk santai sambil ngobrol atau melakukan olahraga ringan. Seluruh jalur pedestrian kini lebar dan mulus. Cocok untuk jogging saat pagi atau sekadar jalan santai sore.

Pusat informasi pariwisata Sidoarjo juga tersedia. Pojok literasi juga disiapkan. Bagi pecinta buku, sudut itu jadi tempat asyik membaca sambil ditemani angin sepoi. Ruang baca ini dilengkapi kursi-kursi nyaman yang ditempatkan di bawah pepohonan rindang.

Bukan hanya itu. Bagi yang ingin berswafoto, “spot foto estetik” tersebar strategis di hampir seluruh kawasan. Latar Monumen Jayandaru yang tetap dipertahankan menjadikan foto makin berkesan.

Teknologi dan Kemananan Up to Date

Alun-Alun Sidoarjo kini bukan sekadar taman hijau. Teknologi ikut meramaikan wajah barunya. Tersedia wi-fi gratis tanpa password yang tersebar di berbagai titik. Pengunjung bisa berselancar di internet sambil nongkrong santai.

Keamanan juga diperkuat. Sebanyak 25 titik CCTV dipasang untuk mengawasi aktivitas sepanjang hari. Semua terhubung dengan ruang kontrol. Aktivitas terekam 24 jam. Belum lagi petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang rutin bersiaga. ”Ini demi kenyamanan semua,” kata Arief.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 16.09.42
Sebanyak 25 titik CCTV dipasang untuk mengawasi aktivitas sepanjang hari di Alun-Alun Sidoarjo. (metrotoday)

Tak kalah penting, kini tersedia speaker pengumuman terintegrasi. Sistem pengeras suara tersebut digunakan untuk informasi umum. Mulai dari pengumuman kegiatan, imbauan kebersihan, hingga peringatan kondisi darurat. Speaker ini penting. Kalau ada anak terpisah dari orang tua, atau ada keadaan tertentu, bisa langsung diumumkan. Cepat dan efektif.

Untuk parkir pun lebih tertata. Area parkir disiapkan di sisi utara, selatan, dan barat alun-alun. Sistem pembayaran parkir juga akan menggunakan QRIS agar cepat dan praktis.

Hal senada disampaikan Asisten II Setda Sidoarjo M. Bahrul Amig. Ia menekankan bahwa alun-alun tidak hanya cantik, tapi juga harus fungsional dan berdampak ekonomi.

”Ruang publik sekarang tidak bisa hanya indah,” ujarnya.

Ruang publik harus produktif. Bisa menggerakkan ekonomi kecil. Bisa menumbuhkan kreativitas.

Menurut Amig, keberadaan amphiteater, CFD (Car Free Day), dan ruang UMKM akan memberi efek berantai. Komunitas hidup. UMKM jalan. Warga datang. Itu ekosistem.

Ia juga menyinggung pentingnya tata kelola. ”Kami ingin alun-alun ini tertib. Bersih. Aman. Semua fasilitas dijaga bersama,” katanya.

Bahrul berharap masyarakat ikut merasa memiliki. ”Kalau warga merasa ini milik bersama, maka dijaga bersama,” katanya.

Parkir Lebih Tertata

Pemkab Sidoarjo memastikan sudah ada konsep penataan area parkir. Kepala Dishub Sidoarjo Budi Basuki mengatakan, sisi timur Alun-Alun Sidoarjo, yakni di Jalan A. Yani, menjadi area larangan parkir seluruh kendaraan.

Titik parkir yang disiapkan adalah di sisi selatan, utara, dan barat alun-alun. Parkiran bagian tengah tetap dikelola oleh Takmir Masjid Agung Sidoarjo. Sisi utara dan selatan dipegang langsung oleh rekanan Dishub Sidoarjo. Semua petugas resmi dan berseragam rompi.

Dishub Sidoarjo memasang rambu-rambu area parkir di kawasan Alun-Alun Sidoarjo beserta tarif resminya. Masing-masing Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 5 ribu untuk roda empat (R4).

Car Free Day dan Aktivitas Warga

Wajah baru ini tak sekadar cantik. Lebih penting lagi, alun-alun kini bisa menjadi panggung kegiatan warga. Mulai dari olahraga pagi dan senam bersama, hingga seni dan komunitas, semua bisa tampil di sini.

WhatsApp Image 2026-02-08 at 11.17.03
Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh warga untuk selalu menjaga kebersihan di area Alun-Alun Sidoarjo.

Setiap Minggu pagi, acara Car Free Day (CFD) dimulai. Ribuan warga tumpah ruah. Senam bersama, jogging, bersepeda, hingga pedagang UMKM ikut meramaikan suasana. ”CFD jadi ruang hidup baru bagi warga, Minggu kemarin yang tercatat di dalam alun-alun tembus 18 ribu orang, belum di area luar alun-alun,” jelas Amig.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, revitalisasi alun-alun menjadi kado istimewa untuk warga Sidoarjo. ”Alun-Alun adalah ruang publik utama. Ia harus bersih, nyaman, dan bisa dimanfaatkan semua usia,” ujarnya. “Ini juga bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas hidup warga,” tambah bupati.

Subandi menambahkan, keberadaan alun-alun yang representatif juga bisa mendorong kunjungan wisatawan lokal. ”Wisata kota kini makin lengkap. Anak muda, keluarga, semua bisa menikmati,” tegasnya.

Warga pun merasakan perubahan besar. ”Dulu hanya biasa, sekarang luar biasa,” ujar Dina Rida, ibu muda yang sering membawa anaknya ke alun-alun. ”Sekarang lengkap. Anak bisa main, saya bisa foto, bapak bisa jalan pagi,” tambahnya. Ia lalu menambahkan, wi-fi gratis jadi nilai plus buat anak-anak muda nongkrong sambil kerja tugas kuliah.

Meski begitu, beberapa warga berharap fasilitas seperti tempat sampah makin banyak dan lebih edukatif soal kebersihan. Ada juga yang bilang lampu malam hari bisa diperbanyak agar suasana makin aman setelah petang. Itu semua tentu jadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo ke depan.

DLHK pun berjanji akan menambah penjagaan rutin dan edukasi kebersihan supaya alun-alun tetap nyaman sepanjang waktu. (red/uzi)

METROTODAY, SIDOARJO – Alun-Alun Sidoarjo yang baru jadi kado terindah peringatan Hari Jadi Ke-167 Kabupaten Sidoarjo. Ruang terbuka hijau paling ikonik di jantung kota kini tampil lebih rapi, modern, dan ramah semua usia. Proyek revitalisasi yang dimulai 2025 itu telah rampung seratus persen dan resmi dibuka pada Jumat (30/1/2026).

”Alhamdulillah, alun-alun kini tidak hanya sekadar taman kota,” ujar Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arief Mulyono saat ditemui di lokasi Jumat pekan lalu. ”Ini sudah jadi ruang publik berkelas. Tempat berkumpul, berkreasi, dan berkegiatan,” imbuhnya.

Fasilitas Baru yang Bikin Betah

Begitu memasuki area alun-alun, pengunjung akan langsung disapa oleh deretan pepohonan rapi yang tertata apik. Lalu, ada amphitheater tempat pertunjukan seni dan pentas komunitas lokal. Panggung terbuka itu siap menjadi ruang apresiasi budaya dan kreativitas warga.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 16.09.41
Alun-Alun Sidoarjo dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, tempat bermain ramah anak, faslitas gym outdoor, dan arena skateboard. (metrotoday)

Tidak jauh dari situ, ada zona bermain anak lengkap dengan permainan interaktif yang aman. Tak kalah menarik, ada area lansia yang nyaman untuk duduk santai sambil ngobrol atau melakukan olahraga ringan. Seluruh jalur pedestrian kini lebar dan mulus. Cocok untuk jogging saat pagi atau sekadar jalan santai sore.

Pusat informasi pariwisata Sidoarjo juga tersedia. Pojok literasi juga disiapkan. Bagi pecinta buku, sudut itu jadi tempat asyik membaca sambil ditemani angin sepoi. Ruang baca ini dilengkapi kursi-kursi nyaman yang ditempatkan di bawah pepohonan rindang.

Bukan hanya itu. Bagi yang ingin berswafoto, “spot foto estetik” tersebar strategis di hampir seluruh kawasan. Latar Monumen Jayandaru yang tetap dipertahankan menjadikan foto makin berkesan.

Teknologi dan Kemananan Up to Date

Alun-Alun Sidoarjo kini bukan sekadar taman hijau. Teknologi ikut meramaikan wajah barunya. Tersedia wi-fi gratis tanpa password yang tersebar di berbagai titik. Pengunjung bisa berselancar di internet sambil nongkrong santai.

Keamanan juga diperkuat. Sebanyak 25 titik CCTV dipasang untuk mengawasi aktivitas sepanjang hari. Semua terhubung dengan ruang kontrol. Aktivitas terekam 24 jam. Belum lagi petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang rutin bersiaga. ”Ini demi kenyamanan semua,” kata Arief.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 16.09.42
Sebanyak 25 titik CCTV dipasang untuk mengawasi aktivitas sepanjang hari di Alun-Alun Sidoarjo. (metrotoday)

Tak kalah penting, kini tersedia speaker pengumuman terintegrasi. Sistem pengeras suara tersebut digunakan untuk informasi umum. Mulai dari pengumuman kegiatan, imbauan kebersihan, hingga peringatan kondisi darurat. Speaker ini penting. Kalau ada anak terpisah dari orang tua, atau ada keadaan tertentu, bisa langsung diumumkan. Cepat dan efektif.

Untuk parkir pun lebih tertata. Area parkir disiapkan di sisi utara, selatan, dan barat alun-alun. Sistem pembayaran parkir juga akan menggunakan QRIS agar cepat dan praktis.

Hal senada disampaikan Asisten II Setda Sidoarjo M. Bahrul Amig. Ia menekankan bahwa alun-alun tidak hanya cantik, tapi juga harus fungsional dan berdampak ekonomi.

”Ruang publik sekarang tidak bisa hanya indah,” ujarnya.

Ruang publik harus produktif. Bisa menggerakkan ekonomi kecil. Bisa menumbuhkan kreativitas.

Menurut Amig, keberadaan amphiteater, CFD (Car Free Day), dan ruang UMKM akan memberi efek berantai. Komunitas hidup. UMKM jalan. Warga datang. Itu ekosistem.

Ia juga menyinggung pentingnya tata kelola. ”Kami ingin alun-alun ini tertib. Bersih. Aman. Semua fasilitas dijaga bersama,” katanya.

Bahrul berharap masyarakat ikut merasa memiliki. ”Kalau warga merasa ini milik bersama, maka dijaga bersama,” katanya.

Parkir Lebih Tertata

Pemkab Sidoarjo memastikan sudah ada konsep penataan area parkir. Kepala Dishub Sidoarjo Budi Basuki mengatakan, sisi timur Alun-Alun Sidoarjo, yakni di Jalan A. Yani, menjadi area larangan parkir seluruh kendaraan.

Titik parkir yang disiapkan adalah di sisi selatan, utara, dan barat alun-alun. Parkiran bagian tengah tetap dikelola oleh Takmir Masjid Agung Sidoarjo. Sisi utara dan selatan dipegang langsung oleh rekanan Dishub Sidoarjo. Semua petugas resmi dan berseragam rompi.

Dishub Sidoarjo memasang rambu-rambu area parkir di kawasan Alun-Alun Sidoarjo beserta tarif resminya. Masing-masing Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 5 ribu untuk roda empat (R4).

Car Free Day dan Aktivitas Warga

Wajah baru ini tak sekadar cantik. Lebih penting lagi, alun-alun kini bisa menjadi panggung kegiatan warga. Mulai dari olahraga pagi dan senam bersama, hingga seni dan komunitas, semua bisa tampil di sini.

WhatsApp Image 2026-02-08 at 11.17.03
Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh warga untuk selalu menjaga kebersihan di area Alun-Alun Sidoarjo.

Setiap Minggu pagi, acara Car Free Day (CFD) dimulai. Ribuan warga tumpah ruah. Senam bersama, jogging, bersepeda, hingga pedagang UMKM ikut meramaikan suasana. ”CFD jadi ruang hidup baru bagi warga, Minggu kemarin yang tercatat di dalam alun-alun tembus 18 ribu orang, belum di area luar alun-alun,” jelas Amig.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, revitalisasi alun-alun menjadi kado istimewa untuk warga Sidoarjo. ”Alun-Alun adalah ruang publik utama. Ia harus bersih, nyaman, dan bisa dimanfaatkan semua usia,” ujarnya. “Ini juga bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas hidup warga,” tambah bupati.

Subandi menambahkan, keberadaan alun-alun yang representatif juga bisa mendorong kunjungan wisatawan lokal. ”Wisata kota kini makin lengkap. Anak muda, keluarga, semua bisa menikmati,” tegasnya.

Warga pun merasakan perubahan besar. ”Dulu hanya biasa, sekarang luar biasa,” ujar Dina Rida, ibu muda yang sering membawa anaknya ke alun-alun. ”Sekarang lengkap. Anak bisa main, saya bisa foto, bapak bisa jalan pagi,” tambahnya. Ia lalu menambahkan, wi-fi gratis jadi nilai plus buat anak-anak muda nongkrong sambil kerja tugas kuliah.

Meski begitu, beberapa warga berharap fasilitas seperti tempat sampah makin banyak dan lebih edukatif soal kebersihan. Ada juga yang bilang lampu malam hari bisa diperbanyak agar suasana makin aman setelah petang. Itu semua tentu jadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo ke depan.

DLHK pun berjanji akan menambah penjagaan rutin dan edukasi kebersihan supaya alun-alun tetap nyaman sepanjang waktu. (red/uzi)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait