METROTODAY, SURABAYA – Rumah mewah berlantai empat di kawasan Ngagel Madya, Surabaya, nyaris ludes dilalap si jago merah, Kamis (5/2).
Api yang diduga berasal dari lantai dua tersebut sempat merembet hingga ke lantai tiga sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Peristiwa ini terjadi dengan sangat cepat. Kobaran api membesar karena banyaknya barang-barang mudah terbakar di dalam rumah, seperti kursi dan tempat tidur, yang membuat api merembet ke area lain di dalam bangunan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang menerima laporan langsung menerjunkan kekuatan penuh.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran serta unit rescue dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang sudah membumbung tinggi.
Kepala Pos Damkar Menur Surabaya, Gonggo Kriswantoro, menjelaskan bahwa petugas membutuhkan waktu hampir satu jam untuk menguasai keadaan.

“Butuh waktu hampir satu jam sehingga kami berhasil menjinakkan api. Beruntung, api tak membakar habis seluruh bangunan, hanya membakar lantai dua dan lantai tiga. Sementara lantai satu dan lantai empat hanya sedikit terimbas,” jelas Gonggo.
Terkait penyebab kebakaran, Gonggo menyebutkan dugaan sementara mengarah pada masalah kelistrikan, meski kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwajib.
“Untuk penyebab pasti kebakaran belum diketahui, namun diduga karena korsleting listrik di lantai dua rumah. Namun sekali lagi belum pasti, karena sedang diselidiki oleh pihak kepolisian penyebab pastinya,” ujarnya.
Saat kebakaran terjadi, rumah tersebut dilaporkan sedang ditinggal oleh pemiliknya. Berdasarkan keterangan di lapangan, pemilik rumah beserta keluarga sedang berada di luar kota.
“Pemilik rumah saat itu sedang ke luar kota ikut pengajian di Provinsi Banten, sehingga di rumah itu hanya ada penjaga (asisten rumah tangga) saja,” imbuh Gonggo.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerusakan parah pada interior lantai dua dan tiga membuat kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kasus kebakaran ini kini tengah dalam penanganan lebih lanjut oleh kepolisian setempat untuk memastikan kronologi dan penyebab utamanya. (ahm)

