METROTODAY, SURABAYA – Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Untuk menjawab kebutuhan layanan tersebut, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) meluncurkan catheterization laboratory (cath lab) yang berada di lantai 1 Gedung Graha Trimed RS Unair.
Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, berharap dengan adanya fasilitas baru ini, layanan dapat menjadi solusi nyata yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Ke depan, kami berkomitmen memberikan layanan teknologi medis yang optimal, berkualitas, dan tetap terjangkau bagi semua,” tuturnya, Kamis (29/1).
Ia juga menambahkan bahwa peresmian cath lab akan memperkuat posisi RS Unair sebagai laboratorium ekosistem riset dan pendidikan, sekaligus menjadi tempat belajar bagi calon dokter spesialis dan sub-spesialis.
“Rawatlah fasilitas ini dengan baik, dan yang terpenting, rawatlah setiap pasien dengan hati. Jadikan teknologi ini sebagai sarana untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Unair, Dr dr Muhammad Ardian Cahya Laksana SpOG, Subps Obginsos, MKes, menjelaskan bahwa peresmian merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan khususnya pada bidang kardiovaskular, neurologi, dan bedah toraks kardiovaskular (BTKV).
“Ruang cath lab baru mulai beroperasi awal Januari lalu dan sudah melakukan 46 tindakan. Capaian tersebut menjadi indikator awal meningkatnya kebutuhan layanan intervensi, sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran cath lab mampu menjawab kebutuhan pelayanan,” katanya.
Menurut dr Ardian, layanan Cath Lab RS UNAIR saat ini melibatkan operator dari bidang Kardiologi, Neurologi, serta Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV).
“Kami juga tengah mengajukan penambahan operator untuk Neurosurgery dan Kardiologi Pediatrik, sehingga kedepannya diharapkan lima operator dapat memberikan pelayanan komprehensif, mulai dari kasus dewasa hingga pediatrik, serta dari kasus elektif hingga kasus kompleks,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan keunggulan utama dari cath lab yang baru yakni memiliki detektor lebih besar, resolusi gambar optimal, paparan radiasi minimal, serta dukungan teknologi 3D, 4D, dan Dyna CT Scan untuk penanganan kasus dengan presisi dan keselamatan tinggi.
“Teknologi ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan klinis, tetapi juga mendukung fungsi dan peran RS Unair sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (ahm)

