4 February 2026, 7:51 AM WIB

Perjalanan KA di Daop 8 Surabaya Distop Sementara Akibat Gempa M 5,5 di Pacitan

METROTODAY, SURABAYA – PT KAI Daop 8 Surabaya menghentikan sementara perjalanan beberapa kereta api Selasa (27/1) pukul 08.22 WIB setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 di wilayah Pacitan, Jawa Timur dirasakan hingga Surabaya, wilayah lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG), bahkan sampai Stasiun Malang.

Upaya ini bagian dari prosedur keselamatan operasional untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian aman pascagempa.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan langkah yang diambil segera setelah gempa terjadi.

“Pada pukul 08.23 WIB, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, kondisi prasarana dinyatakan aman pada pukul 09.01 WIB. Mahendro menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. “Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan,” tegasnya.

Tercatat sebanyak lima perjalanan kereta api terdampak dengan durasi berbeda, yaitu KA 269 (Matarmaja) relasi Malang – Pasar Senen (40 menit), KA 425a (Cl Penataran) Surabaya Kota-Malang – Blitar (35 menit), KA 242f (Ijen Ekspres) relasi Ketapang – Malang (29 menit), KA 2630 (Betmakola tanker) (28 menit), dan PLB 167b (Kertanegara) relasi Malang – Purwokerto (21 menit).

KAI Daop 8 Surabaya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan akan terus memberikan layanan yang aman serta informasi terbaru. “Kami minta maaf kepada penumpang atas pemberhentian ini. Namun saat ini perjalanan kereta sudah berangsur normal,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – PT KAI Daop 8 Surabaya menghentikan sementara perjalanan beberapa kereta api Selasa (27/1) pukul 08.22 WIB setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 di wilayah Pacitan, Jawa Timur dirasakan hingga Surabaya, wilayah lintas Bangil (BG)–Wlingi (WG), bahkan sampai Stasiun Malang.

Upaya ini bagian dari prosedur keselamatan operasional untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian aman pascagempa.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan langkah yang diambil segera setelah gempa terjadi.

“Pada pukul 08.23 WIB, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, kondisi prasarana dinyatakan aman pada pukul 09.01 WIB. Mahendro menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. “Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan,” tegasnya.

Tercatat sebanyak lima perjalanan kereta api terdampak dengan durasi berbeda, yaitu KA 269 (Matarmaja) relasi Malang – Pasar Senen (40 menit), KA 425a (Cl Penataran) Surabaya Kota-Malang – Blitar (35 menit), KA 242f (Ijen Ekspres) relasi Ketapang – Malang (29 menit), KA 2630 (Betmakola tanker) (28 menit), dan PLB 167b (Kertanegara) relasi Malang – Purwokerto (21 menit).

KAI Daop 8 Surabaya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan akan terus memberikan layanan yang aman serta informasi terbaru. “Kami minta maaf kepada penumpang atas pemberhentian ini. Namun saat ini perjalanan kereta sudah berangsur normal,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait