4 February 2026, 7:51 AM WIB

Jaga Tradisi Sejak Jadi Kades, Bupati Sidoarjo Subandi Berangkatkan 610 Peziarah Wali Limo

SIDOARJO – Deru mesin 12 bus pariwisata memecah keheningan pagi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Minggu (25/1). Sebanyak 610 warga setempat tampak sumringah. Mengenakan pakaian muslim seragam, mereka bersiap melakukan rihlah religi, Ziarah Wali Limo.

Kegiatan ini bukan sekadar wisata religi biasa bagi Bupati Sidoarjo, Subandi. Baginya, memberangkatkan warga berziarah adalah janji hati yang terus dijaga. Menariknya, tradisi ini tetap langgeng meski garis tangan telah membawanya dari kursi Kepala Desa Pabean hingga kini menjadi orang nomor satu di Kota Delta.

“Ini adalah tradisi rutin yang digelar keluarga besar kami setiap tahun. Konsisten kami lakukan sejak saya masih menjabat Kades sampai sekarang diberi amanah menjadi Bupati,” ujar Subandi di sela prosesi pemberangkatan.

WhatsApp Image 2026-01-25 at 16.35.49
Bupati Subandi menyalami warga yang akan melaksanakan Ziarah Wali Limo. (Foto: Istimewa)

Bagi Subandi, rutinitas ini adalah cara terbaik untuk “napak tilas” sekaligus meneladani perjuangan para kekasih Allah dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa. Rombongan besar ini dijadwalkan mengunjungi lima titik sakral, mulai dari makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Giri, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban.

Lebih dari sekadar doa di pusara, Bupati yang dikenal dekat dengan warga ini berharap momentum perjalanan ini menjadi lem perekat kerukunan antarwarga. Menurutnya, di dalam bus dan di sela-sela ziarah, interaksi antarwarga akan terbangun lebih hangat.

“Harapan saya, warga Pabean dan Sidoarjo pada umumnya tetap guyub, kompak, dan rukun. Kalau masyarakatnya rukun, membangun daerah pun jadi lebih mudah. Semoga semua diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan,” imbuh pria yang gemar turun ke bawah (turba) ini.

Suasana haru dan gembira menyelimuti pemberangkatan tersebut. Doa bersama dipanjatkan sebelum iring-iringan 12 bus itu perlahan meninggalkan lokasi, membawa ratusan peziarah menuju perjalanan spiritual di sepanjang pesisir utara Jawa Timur. (*)

SIDOARJO – Deru mesin 12 bus pariwisata memecah keheningan pagi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Minggu (25/1). Sebanyak 610 warga setempat tampak sumringah. Mengenakan pakaian muslim seragam, mereka bersiap melakukan rihlah religi, Ziarah Wali Limo.

Kegiatan ini bukan sekadar wisata religi biasa bagi Bupati Sidoarjo, Subandi. Baginya, memberangkatkan warga berziarah adalah janji hati yang terus dijaga. Menariknya, tradisi ini tetap langgeng meski garis tangan telah membawanya dari kursi Kepala Desa Pabean hingga kini menjadi orang nomor satu di Kota Delta.

“Ini adalah tradisi rutin yang digelar keluarga besar kami setiap tahun. Konsisten kami lakukan sejak saya masih menjabat Kades sampai sekarang diberi amanah menjadi Bupati,” ujar Subandi di sela prosesi pemberangkatan.

WhatsApp Image 2026-01-25 at 16.35.49
Bupati Subandi menyalami warga yang akan melaksanakan Ziarah Wali Limo. (Foto: Istimewa)

Bagi Subandi, rutinitas ini adalah cara terbaik untuk “napak tilas” sekaligus meneladani perjuangan para kekasih Allah dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa. Rombongan besar ini dijadwalkan mengunjungi lima titik sakral, mulai dari makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Giri, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban.

Lebih dari sekadar doa di pusara, Bupati yang dikenal dekat dengan warga ini berharap momentum perjalanan ini menjadi lem perekat kerukunan antarwarga. Menurutnya, di dalam bus dan di sela-sela ziarah, interaksi antarwarga akan terbangun lebih hangat.

“Harapan saya, warga Pabean dan Sidoarjo pada umumnya tetap guyub, kompak, dan rukun. Kalau masyarakatnya rukun, membangun daerah pun jadi lebih mudah. Semoga semua diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan,” imbuh pria yang gemar turun ke bawah (turba) ini.

Suasana haru dan gembira menyelimuti pemberangkatan tersebut. Doa bersama dipanjatkan sebelum iring-iringan 12 bus itu perlahan meninggalkan lokasi, membawa ratusan peziarah menuju perjalanan spiritual di sepanjang pesisir utara Jawa Timur. (*)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait