METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih prestasi membanggakan dengan masuk dalam peringkat dunia pada empat bidang kajian sekaligus dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) by Subject 2026.
Capaian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Unesa hanya tercatat pada dua bidang kajian.
Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis Rabu (21/1) lalu, Unesa menempati peringkat 401–500 dunia pada bidang education studies.
Sementara itu, bidang social sciences berada di peringkat 1001+ dunia, sedangkan bidang engineering dan physical sciences masing-masing menempati peringkat 1251+ dunia.
Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa, Nadi Suprapto, menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan pengakuan global atas kualitas riset, publikasi ilmiah, serta ekosistem pembelajaran di kampusnya.
“Lompatan ini mencerminkan penguatan kualitas riset dalam bidang teacher training dan academic studies in education yang menjadi fokus strategis Unesa dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Nadi.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menambahkan bahwa indikator penilaian THE WUR sangat komprehensif, mencakup aspek pengajaran, lingkungan riset, dampak sitasi, international outlook, hingga pendapatan industri.
“Capaian ini menjadi spirit sekaligus modal penting bagi kampus satu langkah di depan (Unesa, red) untuk terus meningkatkan kualitas riset strategis dan publikasi yang mampu mewarnai Scopus sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut, yang merupakan buah manis dari dedikasi sivitas akademika Unesa.
“Capaian dalam pemeringkatan dunia ini menjadi bentuk pengakuan objektif atas standar kualitas internasional yang Unesa upayakan. Hal ini juga menegaskan bahwa kualitas dan dampak akademik Unesa diakui di level dunia,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) tersebut.
Ia menegaskan bahwa Unesa terus memperkuat ekosistem perkuliahan, riset, dan inovasi agar tidak hanya tangguh secara ilmiah hingga menembus jurnal bereputasi global, tetapi juga responsif terhadap tantangan nasional. Program internasionalisasi juga terus diperkuat sebagai jembatan kontribusi kampus di kancah global.
“Bersama seluruh jajaran di setiap program studi, kita ingin memastikan bahwa setiap publikasi dan inovasi yang lahir dari Unesa bisa mewarnai jurnal-jurnal bereputasi dunia dan menjadi solusi yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (ahm)

