4 February 2026, 7:51 AM WIB

APPMI Jatim Gelar Re-Imagine 2026, Panggung Kembalinya Imajinasi dan Elegansi Fashion

METROTODAY, SURABAYA – Setelah sempat vakum sejak 2023, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur menghidupkan kembali gairah industri fashion Tanah Air. Gelaran fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 dihelat. Menjadi simbol kebangkitan sekaligus harapan baru bagi dunia mode Indonesia.

Sebanyak 16 desainer APPMI Jawa Timur menampilkan karya terbaiknya pada Rabu (14/1/2026) di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. Dalam dua sesi peragaan busana, ragam interpretasi tentang fashion masa depan dihadirkan. Tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna, cerita, dan kesadaran akan keberlanjutan.

Ketua APPMI Jawa Timur Lia Afif menyampaikan bahwa kembalinya fashion show itu lahir dari semangat kolektif para anggota untuk kembali aktif dan produktif. Re-Imagine dimaknai sebagai harapan agar tahun 2026 menjadi fase yang lebih matang, berkarakter, dan berkelanjutan bagi industri mode Indonesia.

Fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. (Dite Surendra)

Di atas catwalk, para model melangkah anggun dengan balutan busana yang tertata harmonis. Padu padan warna, tekstur, dan siluet tampil serasi, memancarkan kesan elegan dan mewah tanpa berlebihan. Setiap langkah terasa mengalir, membawa penonton memasuki suasana taman imajiner —tempat ketenangan, cinta, dan alam semesta saling menyatu.

Nuansa alam menjadi benang merah dalam peragaan itu. Motif bunga, tekstur berlapis, detail bordir, dan payet halus hadir sebagai bahasa visual yang lembut. Palet warna seperti dusty pink, lilac, powder blue, hingga nude blush mendominasi runway, menciptakan kesan feminin, tenang, dan berkelas.

Sorotan utama hadir dari koleksi Éclat De Fleurs karya Melia Wijaya. Terinspirasi dari kemegahan Taman Gantung Babilonia, salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, koleksi itu memadukan elemen arsitektur kuno, botani yang rimbun, dan estetika kerajaan Mesopotamia. Melia menghadirkan sosok perempuan yang kuat bak prajurit, namun tetap lembut seperti kelopak bunga.

Melalui konsep taman Gabriela, Éclat De Fleurs dimaknai sebagai jiwa dari taman itu sendiri —simbol kehidupan, harapan, dan keindahan yang abadi. Inspirasi dari ranting dan tanaman berbunga diterjemahkan dalam detail bordir dan payet, termasuk penggunaan payet berbentuk bunga dari botol Aqua daur ulang sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan.

”Persiapan desain koleksi ini memakan waktu sekitar satu bulan. Kami ingin menunjukkan bahwa kemewahan bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap alam,” ujar Melia Wijaya.

Kemegahan dengan sentuhan klasik juga tampil kuat melalui koleksi Revera Royale karya Lia Afif. Mengusung filosofi kemegahan impian, koleksi itu memadukan batik tulis Prada dengan siluet modern nan elegan. Palet warna purple wine, navy blue, dan cream diterjemahkan ke dalam potongan A-line dress, mermaid dress, hingga long outer berbahan chiffon, menciptakan kesan anggun dan berkelas.

Fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. (Dite Surendra)

Sementara itu, keindahan alam Indonesia diterjemahkan secara artistik oleh Lilik Suhariyati lewat koleksi The Peacock Symphony. Terinspirasi dari burung merak, koleksi itu menampilkan motif bulu merak dengan detail tiga dimensi dan dominasi warna hijau, menghadirkan karakter kuat sekaligus eksotis di atas panggung.

Fashion Show APPMI Jawa Timur 2026 terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama menampilkan karya Yeny Ries, Wiwied (Hejraa), Gita, Lilik Suhariyati, Riris Ghofir, Safana, Ulfa, serta Lia Afif. Sementara sesi kedua menghadirkan koleksi dari Ura by Aura Afilia, Elok Khayae, Belahasura, Nia Roys, Dahayu, Yan Kurin, Yusy Martha, hingga Melia Wijaya.

Melalui Re-Imagine 2026, APPMI Jawa Timur menegaskan kembali perannya sebagai ruang tumbuh bagi para desainer sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu barometer fashion Indonesia. Lebih dari sekadar peragaan busana, ajang ini menjadi perjalanan rasa—tentang mode, imajinasi, dan cinta yang kembali berpulang ke alam semesta. (dite)

METROTODAY, SURABAYA – Setelah sempat vakum sejak 2023, Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur menghidupkan kembali gairah industri fashion Tanah Air. Gelaran fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 dihelat. Menjadi simbol kebangkitan sekaligus harapan baru bagi dunia mode Indonesia.

Sebanyak 16 desainer APPMI Jawa Timur menampilkan karya terbaiknya pada Rabu (14/1/2026) di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. Dalam dua sesi peragaan busana, ragam interpretasi tentang fashion masa depan dihadirkan. Tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna, cerita, dan kesadaran akan keberlanjutan.

Ketua APPMI Jawa Timur Lia Afif menyampaikan bahwa kembalinya fashion show itu lahir dari semangat kolektif para anggota untuk kembali aktif dan produktif. Re-Imagine dimaknai sebagai harapan agar tahun 2026 menjadi fase yang lebih matang, berkarakter, dan berkelanjutan bagi industri mode Indonesia.

Fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. (Dite Surendra)

Di atas catwalk, para model melangkah anggun dengan balutan busana yang tertata harmonis. Padu padan warna, tekstur, dan siluet tampil serasi, memancarkan kesan elegan dan mewah tanpa berlebihan. Setiap langkah terasa mengalir, membawa penonton memasuki suasana taman imajiner —tempat ketenangan, cinta, dan alam semesta saling menyatu.

Nuansa alam menjadi benang merah dalam peragaan itu. Motif bunga, tekstur berlapis, detail bordir, dan payet halus hadir sebagai bahasa visual yang lembut. Palet warna seperti dusty pink, lilac, powder blue, hingga nude blush mendominasi runway, menciptakan kesan feminin, tenang, dan berkelas.

Sorotan utama hadir dari koleksi Éclat De Fleurs karya Melia Wijaya. Terinspirasi dari kemegahan Taman Gantung Babilonia, salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, koleksi itu memadukan elemen arsitektur kuno, botani yang rimbun, dan estetika kerajaan Mesopotamia. Melia menghadirkan sosok perempuan yang kuat bak prajurit, namun tetap lembut seperti kelopak bunga.

Melalui konsep taman Gabriela, Éclat De Fleurs dimaknai sebagai jiwa dari taman itu sendiri —simbol kehidupan, harapan, dan keindahan yang abadi. Inspirasi dari ranting dan tanaman berbunga diterjemahkan dalam detail bordir dan payet, termasuk penggunaan payet berbentuk bunga dari botol Aqua daur ulang sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan.

”Persiapan desain koleksi ini memakan waktu sekitar satu bulan. Kami ingin menunjukkan bahwa kemewahan bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap alam,” ujar Melia Wijaya.

Kemegahan dengan sentuhan klasik juga tampil kuat melalui koleksi Revera Royale karya Lia Afif. Mengusung filosofi kemegahan impian, koleksi itu memadukan batik tulis Prada dengan siluet modern nan elegan. Palet warna purple wine, navy blue, dan cream diterjemahkan ke dalam potongan A-line dress, mermaid dress, hingga long outer berbahan chiffon, menciptakan kesan anggun dan berkelas.

Fashion show bertajuk Re-Imagine 2026 di New Life Ballroom, Mal Ciputra5 World Surabaya. (Dite Surendra)

Sementara itu, keindahan alam Indonesia diterjemahkan secara artistik oleh Lilik Suhariyati lewat koleksi The Peacock Symphony. Terinspirasi dari burung merak, koleksi itu menampilkan motif bulu merak dengan detail tiga dimensi dan dominasi warna hijau, menghadirkan karakter kuat sekaligus eksotis di atas panggung.

Fashion Show APPMI Jawa Timur 2026 terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama menampilkan karya Yeny Ries, Wiwied (Hejraa), Gita, Lilik Suhariyati, Riris Ghofir, Safana, Ulfa, serta Lia Afif. Sementara sesi kedua menghadirkan koleksi dari Ura by Aura Afilia, Elok Khayae, Belahasura, Nia Roys, Dahayu, Yan Kurin, Yusy Martha, hingga Melia Wijaya.

Melalui Re-Imagine 2026, APPMI Jawa Timur menegaskan kembali perannya sebagai ruang tumbuh bagi para desainer sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu barometer fashion Indonesia. Lebih dari sekadar peragaan busana, ajang ini menjadi perjalanan rasa—tentang mode, imajinasi, dan cinta yang kembali berpulang ke alam semesta. (dite)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait