4 February 2026, 11:03 AM WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Kesiapan RSUD Soetomo Jadi RS Kelas Dunia dan Hospital Based

METROTODAY, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Minggu (11/1).

Pertemuan tersebut menegaskan kesiapan RSUD Dr. Soetomo Surabaya (RSDS) untuk menjadi World Class Academic Medical Center sekaligus mengimplementasikan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based).

Gubernur Khofifah didampingi oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita RS. Prakoeswa beserta jajaran pengelola rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa status World Class Academic Medical Center akan menjadikan RSDS sebagai rumah sakit kelas dunia yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut dengan pendidikan kedokteran dan penelitian medis.

“Terlebih, penguatan layanan kesehatan, sumber daya manusia, serta kualitas tenaga medis yang dimiliki RSDS menjadi modal utama untuk mewujudkan standar tersebut,” ujar Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim mendorong pelaksanaan Hospital Based sebagai bagian dari strategi pemerataan tenaga medis khususnya dokter spesialis, terutama di daerah 3 T (tertinggal, terluar, terpencil).

“Kami berharap proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan University Based di RSUD Dr. Soetomo,” katanya.

Menko PMK Pratikno meminta Pemprov Jatim menyusun masukan teknis agar kedua sistem pendidikan tersebut dapat berjalan beriringan.

Ia akan mengoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan keduanya saling melengkapi.

“Kita akan melakukan telaah dan mendorong agar pelaksanaan Hospital Based dan University Based dapat berjalan bersama, sehingga RSUD Dr. Soetomo memperoleh perguruan tinggi mitra yang sesuai,” tegas Pratikno.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov Jatim.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia. “Kami siap mendukung terwujudnya Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.

Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita R.S. Prakoeswa menyampaikan bahwa RSDS telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital dengan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang terpadu.

Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), RSDS juga menjalankan pendidikan secara multiprofesi sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.

Ke depan, RSDS akan mengoptimalkan pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based, khususnya pada program studi bedah saraf yang telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis yang tersebar di berbagai provinsi.

Menurutnya, sistem ini relevan untuk menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan dan mengurangi beban biaya pendidikan calon dokter spesialis. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Minggu (11/1).

Pertemuan tersebut menegaskan kesiapan RSUD Dr. Soetomo Surabaya (RSDS) untuk menjadi World Class Academic Medical Center sekaligus mengimplementasikan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based).

Gubernur Khofifah didampingi oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita RS. Prakoeswa beserta jajaran pengelola rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa status World Class Academic Medical Center akan menjadikan RSDS sebagai rumah sakit kelas dunia yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut dengan pendidikan kedokteran dan penelitian medis.

“Terlebih, penguatan layanan kesehatan, sumber daya manusia, serta kualitas tenaga medis yang dimiliki RSDS menjadi modal utama untuk mewujudkan standar tersebut,” ujar Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim mendorong pelaksanaan Hospital Based sebagai bagian dari strategi pemerataan tenaga medis khususnya dokter spesialis, terutama di daerah 3 T (tertinggal, terluar, terpencil).

“Kami berharap proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan University Based di RSUD Dr. Soetomo,” katanya.

Menko PMK Pratikno meminta Pemprov Jatim menyusun masukan teknis agar kedua sistem pendidikan tersebut dapat berjalan beriringan.

Ia akan mengoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan keduanya saling melengkapi.

“Kita akan melakukan telaah dan mendorong agar pelaksanaan Hospital Based dan University Based dapat berjalan bersama, sehingga RSUD Dr. Soetomo memperoleh perguruan tinggi mitra yang sesuai,” tegas Pratikno.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov Jatim.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia. “Kami siap mendukung terwujudnya Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.

Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita R.S. Prakoeswa menyampaikan bahwa RSDS telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital dengan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang terpadu.

Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), RSDS juga menjalankan pendidikan secara multiprofesi sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.

Ke depan, RSDS akan mengoptimalkan pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based, khususnya pada program studi bedah saraf yang telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis yang tersebar di berbagai provinsi.

Menurutnya, sistem ini relevan untuk menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan dan mengurangi beban biaya pendidikan calon dokter spesialis. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait