4 February 2026, 8:50 AM WIB

Bernardo Tavares Ingin Bangkitkan Persebaya Surabaya Bertahap

METROTODAY, SURABAYA – Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, telah tiba di Surabaya pada Minggu (4/1) malam.

Eks pelatih PSM Makassar itu tidak datang sendiri, melainkan dibarengi Renato Duarte yang pernah menjadi tandannya selama menukangi PSM Makassar periode 2022/2025.

Di hari pertamanya di Surabaya pada Senin (5/1), Tavares langsung menggelar serangkaian pertemuan. Ia pertama kali melakukan meeting bersama tim pelatih untuk memadukan strategi dan membahas racikan permainan jelang laga perdana menjamu Malut United pada Sabtu (10/1) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Selain itu, ia juga bertemu dengan CEO Persebaya Azrul Ananda serta staf DBL dan Persebaya.

“Saya senang karena mendengar orang-orang dari manajemen berbicara kepada saya tertarik saya datang ke Persebaya,” ujar Tavares mengenai pertemuan dengan pihak manajemen.

Bagi Tavares, laga perdana ini menjadi tantangan berat mengingat Malut United baru saja mencatat rekor 11 laga tidak terkalahkan dari total 16 laga yang telah dimainkan.

“Kami akan menghadapi Malut yang baru kalah dua kali, tidak ada tim yang kalah lebih banyak dari mereka dan mereka menang secara beruntun,” katanya.

Pelatih yang pernah membawa PSM juara Liga 1 musim 2022/2023 itu juga mengajak suporter untuk datang langsung mendukung timnya.

“Saya harap laga berikutnya melawan Malut United suporter bisa datang langsung mendukung sebab itu sangat penting,” tuturnya.

Saat ini Persebaya berada di peringkat ke-7 klasemen sementara Super League 2025/2026 dan terakhir meraih trofi juara liga 1 2004. Tavares menyampaikan bahwa perubahan tidak akan terjadi secara instan.

“Trofi terakhir Persebaya sudah lebih dari 22 tahun yang lalu, kita tidak boleh berekspektasi bahwa sesuatu akan berubah dengan sangat cepat, kita perlu menapakinya tahap demi tahap,” tegasnya.

Sebelumnya, di bawah tangan dinginnya, PSM tampil konsisten pada liga 1 musim 2022/2023 dan meraih juara, dengan 21 kemenangan, 9 imbang, dan 2 kekalahan dari total 32 laga.

Di Persebaya, ia berencana mengembangkan tim secara bertahap dan tidak gentar untuk mengorbitkan pemain muda. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, telah tiba di Surabaya pada Minggu (4/1) malam.

Eks pelatih PSM Makassar itu tidak datang sendiri, melainkan dibarengi Renato Duarte yang pernah menjadi tandannya selama menukangi PSM Makassar periode 2022/2025.

Di hari pertamanya di Surabaya pada Senin (5/1), Tavares langsung menggelar serangkaian pertemuan. Ia pertama kali melakukan meeting bersama tim pelatih untuk memadukan strategi dan membahas racikan permainan jelang laga perdana menjamu Malut United pada Sabtu (10/1) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Selain itu, ia juga bertemu dengan CEO Persebaya Azrul Ananda serta staf DBL dan Persebaya.

“Saya senang karena mendengar orang-orang dari manajemen berbicara kepada saya tertarik saya datang ke Persebaya,” ujar Tavares mengenai pertemuan dengan pihak manajemen.

Bagi Tavares, laga perdana ini menjadi tantangan berat mengingat Malut United baru saja mencatat rekor 11 laga tidak terkalahkan dari total 16 laga yang telah dimainkan.

“Kami akan menghadapi Malut yang baru kalah dua kali, tidak ada tim yang kalah lebih banyak dari mereka dan mereka menang secara beruntun,” katanya.

Pelatih yang pernah membawa PSM juara Liga 1 musim 2022/2023 itu juga mengajak suporter untuk datang langsung mendukung timnya.

“Saya harap laga berikutnya melawan Malut United suporter bisa datang langsung mendukung sebab itu sangat penting,” tuturnya.

Saat ini Persebaya berada di peringkat ke-7 klasemen sementara Super League 2025/2026 dan terakhir meraih trofi juara liga 1 2004. Tavares menyampaikan bahwa perubahan tidak akan terjadi secara instan.

“Trofi terakhir Persebaya sudah lebih dari 22 tahun yang lalu, kita tidak boleh berekspektasi bahwa sesuatu akan berubah dengan sangat cepat, kita perlu menapakinya tahap demi tahap,” tegasnya.

Sebelumnya, di bawah tangan dinginnya, PSM tampil konsisten pada liga 1 musim 2022/2023 dan meraih juara, dengan 21 kemenangan, 9 imbang, dan 2 kekalahan dari total 32 laga.

Di Persebaya, ia berencana mengembangkan tim secara bertahap dan tidak gentar untuk mengorbitkan pemain muda. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait