4 February 2026, 7:51 AM WIB

Pemkot Ungkap Penyebab Banjir di Beberapa Wilayah di Surabaya, Minggu Malam

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur kota Surabaya sejak Minggu (4/2) sore menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Kawasan langganan banjir di Simo Kalangan, tepatnya di bawah jalan tol, terendam air hingga sepinggang orang dewasa. Terlihat seorang pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya yang mogok setelah menerjang genangan.

Selain Simo Kalangan, kawasan Simomulyo juga terkena dampak serupa akibat luapan air sungai yang memenuhi jalan raya. Warga keluar rumah untuk mengantisipasi derasnya luapan air. Hingga pukul 20.20 WIB, banjir di kawasan Simo belum sepenuhnya surut meskipun ketinggian air sudah berkurang.

“Waktu kemarin hujannya deras ya tapi lebih parah (tinggi air) sekarang infonya ada tanggul yang jebol jadi parah banjirnya,” ujar Septi, salah satu warga Simo Kalangan.

Ia berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera menangani permasalahan yang terjadi setiap musim hujan. “Ya tapi seperti tahun 2024 banjirnya juga parah seperti ini. Tapi ini lebih parah. Mohon bapak wali kota segera bertindak dicari titik permasalahannya,” jelasnya.

Banjir juga melanda kawasan Rungkut Menanggal dengan durasi yang lebih lama dari biasanya. “Biasanya cepat surut tapi kali ini agak lama banjirnya sampai malam. Gak tahu kenapa ini?,” tutur Aris, warga Rungkut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan mobil penyedot air (mobil) untuk mengatasi banjir di Simo Kalangan.

Menurutnya, ketinggian banjir di kawasan tersebut sekitar 20 cm dan mulai surut sejak pukul 19.30 WIB. “Di sana (kawasannya) ada cekungan, seperti mangkuk. Di atasnya enggak. Sekarang sudah mulai surut,” ujarnya.

Hidayat menjelaskan bahwa permasalahan tersebut terkait proyek diversi Gunung Sari-Babat Jerawat yang belum tersambung. “Kan ada diversi Gunung Sari sampai Pakal belum nyambung, tahun ini akan kita bangun. Setelah itu insyaallah lancar airnya,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur kota Surabaya sejak Minggu (4/2) sore menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Kawasan langganan banjir di Simo Kalangan, tepatnya di bawah jalan tol, terendam air hingga sepinggang orang dewasa. Terlihat seorang pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya yang mogok setelah menerjang genangan.

Selain Simo Kalangan, kawasan Simomulyo juga terkena dampak serupa akibat luapan air sungai yang memenuhi jalan raya. Warga keluar rumah untuk mengantisipasi derasnya luapan air. Hingga pukul 20.20 WIB, banjir di kawasan Simo belum sepenuhnya surut meskipun ketinggian air sudah berkurang.

“Waktu kemarin hujannya deras ya tapi lebih parah (tinggi air) sekarang infonya ada tanggul yang jebol jadi parah banjirnya,” ujar Septi, salah satu warga Simo Kalangan.

Ia berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera menangani permasalahan yang terjadi setiap musim hujan. “Ya tapi seperti tahun 2024 banjirnya juga parah seperti ini. Tapi ini lebih parah. Mohon bapak wali kota segera bertindak dicari titik permasalahannya,” jelasnya.

Banjir juga melanda kawasan Rungkut Menanggal dengan durasi yang lebih lama dari biasanya. “Biasanya cepat surut tapi kali ini agak lama banjirnya sampai malam. Gak tahu kenapa ini?,” tutur Aris, warga Rungkut.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan mobil penyedot air (mobil) untuk mengatasi banjir di Simo Kalangan.

Menurutnya, ketinggian banjir di kawasan tersebut sekitar 20 cm dan mulai surut sejak pukul 19.30 WIB. “Di sana (kawasannya) ada cekungan, seperti mangkuk. Di atasnya enggak. Sekarang sudah mulai surut,” ujarnya.

Hidayat menjelaskan bahwa permasalahan tersebut terkait proyek diversi Gunung Sari-Babat Jerawat yang belum tersambung. “Kan ada diversi Gunung Sari sampai Pakal belum nyambung, tahun ini akan kita bangun. Setelah itu insyaallah lancar airnya,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait