4 February 2026, 8:50 AM WIB

Pertemuan Kedua Gus Yahya dan KH Miftachul Akhtar Digelar di Surabaya, Pintu Islah Makin Lebar 

METROTODAY, SURABAYA – Untuk kedua kalinya dalam seminggu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Pertemuan pada Minggu (28/12) ini digelar di kediaman KH Miftachul Akhyar di kompleks Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedung Tarukan, Surabaya. Sebelumnya pertemuan pertama diadakan pada Kamis (25/12) lalu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Proses pintu islah dan perdamaian yang dimulai di Lirboyo akhirnya terbuka lebar melalui pertemuan kedua ini, yang diinisiasi oleh KH Miftachul Akhyar dan diadakan secara tertutup.

Kegiatan silaturahmi ini berdasarkan surat undangan nomor 4962/PB.01/A.I.01.08/99/12/2025 yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah KH Muhibbul Aman Aly, Katib Ahmad Nadhif, Gus Yahya, dan Wakil Sekretaris Jenderal H Faisal Saimima.

Gus Yahya menegaskan bahwa kesempatan bertemu ini menjadi momentum untuk meneguhkan kebersamaan sesuai kesepakatan sebelumnya.

“Ya Alhamdulillah silaturahmi ini adalah momentum meneguhkan apa yang telah disepakati di Lirboyo, Kamis lalu,” ujarnya.

Gus Yahya menyebut pertemuannya bersilahturahmi dengan KH. Miftachul Akhyar untuk mendekatkan batin dan membaca salawat bersama.

“Acaranya tadi hanya salawat yang pertama, kemudian silaturahmi untuk mendekatkan batin bersama, karena dulu kita berangkat secara bersama-sama dan kini kita akan jalan terus secara bersama-sama sebagaimana kesepakatan dalam pertemuan Kamis lalu di Lirboyo. Semua hal yang kemarin menjadi persoalan, kita anggap sudah lewat, seperti tidak ada persoalan, kita kembali bersama-sama. Pokoknya sekarang kita kembali bersama seperti semula,” tandasnya.

Sebelumnya, pertemuan di Ponpes Lirboyo dihadiri oleh para kiai sepuh, jajaran mustasyar, rais syuriyah, dan katib syuriah PBNU. Kegiatan itu antara lain menghasilkan kesepakatan untuk mempercepat penyelenggaraan muktamar ke-35 NU. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Untuk kedua kalinya dalam seminggu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bertemu dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Pertemuan pada Minggu (28/12) ini digelar di kediaman KH Miftachul Akhyar di kompleks Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedung Tarukan, Surabaya. Sebelumnya pertemuan pertama diadakan pada Kamis (25/12) lalu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Proses pintu islah dan perdamaian yang dimulai di Lirboyo akhirnya terbuka lebar melalui pertemuan kedua ini, yang diinisiasi oleh KH Miftachul Akhyar dan diadakan secara tertutup.

Kegiatan silaturahmi ini berdasarkan surat undangan nomor 4962/PB.01/A.I.01.08/99/12/2025 yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah KH Muhibbul Aman Aly, Katib Ahmad Nadhif, Gus Yahya, dan Wakil Sekretaris Jenderal H Faisal Saimima.

Gus Yahya menegaskan bahwa kesempatan bertemu ini menjadi momentum untuk meneguhkan kebersamaan sesuai kesepakatan sebelumnya.

“Ya Alhamdulillah silaturahmi ini adalah momentum meneguhkan apa yang telah disepakati di Lirboyo, Kamis lalu,” ujarnya.

Gus Yahya menyebut pertemuannya bersilahturahmi dengan KH. Miftachul Akhyar untuk mendekatkan batin dan membaca salawat bersama.

“Acaranya tadi hanya salawat yang pertama, kemudian silaturahmi untuk mendekatkan batin bersama, karena dulu kita berangkat secara bersama-sama dan kini kita akan jalan terus secara bersama-sama sebagaimana kesepakatan dalam pertemuan Kamis lalu di Lirboyo. Semua hal yang kemarin menjadi persoalan, kita anggap sudah lewat, seperti tidak ada persoalan, kita kembali bersama-sama. Pokoknya sekarang kita kembali bersama seperti semula,” tandasnya.

Sebelumnya, pertemuan di Ponpes Lirboyo dihadiri oleh para kiai sepuh, jajaran mustasyar, rais syuriyah, dan katib syuriah PBNU. Kegiatan itu antara lain menghasilkan kesepakatan untuk mempercepat penyelenggaraan muktamar ke-35 NU. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait