Categories: Tokoh

Usai Dirawat karena Pendarahan Otak, Artis Senior Titiek Puspa Wafat di Usia 87 Tahun

METROTODAY, JAKARTA – Penyanyi legendaris Titiek Puspa tutup usia di usia 87 tahun pada Kamis sekira pukul 16.30 WIB.

Sebelumnya, penyanyi dan artis film tiga zaman ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak usai manggung pada 26 Maret lalu.

“Telah wafat sekitar pukul 16:30, Eyang Titiek Puspa di RS Medistra,” terang manajer Titiek Puspa, Mia, Kamis (10/4).

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui unggahan di akun media sosial X miliknya menyampaikan ucapan selamat jalan dan memanjatkan doa untuk Titiek Puspa.

“Selamat jalan komposer n penyanyi legendaris Indonesia, Mbak Titiek Puspa … al Fatihah,” tulis dia.

Sebelumnya, pengamat musik Stanley Tulung melalui media sosial Instagram mengabarkan bahwa Titiek Puspa diduga mengalami stroke dan harus menjalani operasi.

“Bangun tidur dengar kabar kalau penyanyi senior @titiekpuspa_official kena stroke di Studio Trans TV dan langsung di operasi dini hari jam 01-03 tadi. Semoga lekas sembuh seperti semula yah Tante Titiek. Aamiin YRA,” demikian disampaikan Stanley Tulung.

Sejumlah artis juga menyampaikan ucapan bela sungkawa dan doa untuk mendiang Titiek Puspa di media sosial mereka. Antara lain Inul Daratista, Rossa, dan David ‘Naif’ Bayu.

“Innalillahi wa’inna ilahi rojiun selamat jalan eyang. 10 April 2025 tepat pukul 16.25 WIB Medistra Hospital. Disemayamkan esok setelah sholat Jum’at bertempat di pemakaman Tanah Kusir,” tulis Inul di Instagram pribadinya.

“Selamat jalan Bu Titiek Puspa semoga damai di sisi Allah , terima kasih atas atas karya2 nya,” tulis David di media sosial X.

“Selamat jalan Eyang Titiek Puspa,” tulis Rossa di akun X pribadinya.

Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Titiek Puspa.

“Innalilahi wa innailaihi rajiun, telah berpulang seorang legenda kita yaitu Eyang Titiek Puspa pada hari ini beberapa jam yang lalu. Beliau mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena pendarahan di otak,” kata Ketua Humas Parfi, Evry Joe, dalam pesan yang diterima ANTARA, Kamis.

Sementara itu, putri almarhumah Titiek Puspa, Petty Tunjungsari Murdago menyampaikan rasa terima kasih atas cinta masyarakat dan bangsa Indonesia kepada sang ibu.

“Terima kasih telah menyertai kehidupan profesinya selama 72 tahun di atas panggung di negara ini,” kata Petty dalam pernyataan resmi kepada media di rumah duka kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis.

Ia menyampaikan bahwa sang ibu sangat menghargai setiap apresiasi dari masyarakat, media, hingga rekan-rekan seniman.

Petty menyampaikan bahwa ibunya senantiasa ingin memberikan karya terbaik, walau sering kali merasa hasil ciptaannya belum seberapa.

“Beliau itu tetap ingin menyenangkan masyarakat Indonesia dengan ciptaan-ciptaannya,” ungkapnya.

Petty juga menyebut bahwa keluarga telah dipersiapkan secara mental menghadapi kepergian sang ibu sejak beberapa tahun terakhir.

“Kami, anak-anaknya, sudah dikondisikan bahkan sejak tiga tahun, dua tahun, satu tahun sebelumnya. Kami menjaga beliau dalam kenyamanan dan privasi, menjaga prestasinya, nama baiknya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan keluarga menjaga ketat kondisi almarhumah saat masa-masa terakhir karena anjuran dari rumah sakit bahwa Titiek Puspa sangat rentan terkontaminasi penyakit lain.

“Terima kasih atas doa teman-teman media dan semua masyarakat. Mohon maaf jika ada kata-kata dari ibu saya yang kurang berkenan. Karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan,” pungkasnya.

Hj Sudarwati atau yang lebih populer dengan panggilan Titiek Puspa dikenal sebagai penyanyi dan musisi legendaris lintas generasi kelahiran 1 November 1937.

Ia memulai karir bernyanyi di Semarang saat mengikuti kontes Bintang Radio. Titiek juga terlibat dalam penggarapan beberapa operet seperti “Bawang Merah Bawang Putih”, “Ketupat Lebaran”, “Kartini Manusiawi”, dan “Ronce-ronce” bersama grup Papiko yang populer di TVRI.

Selain menyanyi dan menulis lagu, Titiek juga berakting dalam beberapa film seperti “Karminem”, “Inem Pelayan Sexy”, dan “Apanya Dong”. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

53 minutes ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

1 hour ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

1 hour ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

3 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

3 hours ago

Rektor UINSA Dukung Upaya Kemenag, untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…

20 hours ago

This website uses cookies.