“Kami ingin relawan Siaga Kota Surabaya tidak hanya memiliki semangat untuk membantu, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Yang tidak kalah penting, relawan harus memahami batasan tindakan yang dapat dilakukan dan mampu berkoordinasi dengan unsur terkait ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Roni.
Ia pun menegaskan kemampuan yang andal tidak bisa dibangun hanya melalui satu kali pelatihan, melainkan memerlukan pembinaan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi pintu awal dari rangkaian pembinaan berjenjang. Tahap selanjutnya direncanakan akan membahas materi yang lebih spesifik dan disesuaikan sepenuhnya dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pendekatan tersebut sekaligus mempertegas kedudukan relawan bukan pengganti tenaga medis profesional.
Peran utama relawan terletak pada pemberian respons awal yang aman, membantu menstabilkan keadaan, melakukan penilaian awal, memberikan pertolongan sesuai batas kemampuan, serta memastikan korban tersalurkan untuk penanganan lebih lanjut melalui koordinasi yang baik antar unsur terkait. (ahm)
Page: 1 2
Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), Eri Cahyadi, mengingatkan ribuan mahasiswa…
Kisah Rachmad Arga Dumilang menjadi pelajaran penting bagi siapa saja yang belajar menjejaki perjalanan bisnis.
Pemkab Sidoarjo bersama pemerintah daerah lainnya di wilayah pesisir Jawa berkomitmen memperkuat perekonomian masyarakat pesisir…
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP melakukan sidak ke Rusunawa Pucang, Kecamatan Sidoarjo, pada…
Suasana riuh dan tawa memenuhi lapangan SMK di Surabaya. Gobak sodor, bakiak, egrang balok, gasing…
Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…
This website uses cookies.