Categories: Surabaya

Perkuat Ketahanan Pangan, Warga Surabaya Manfaatkan Ikan Air Payau, Mudah Didapat dan Bergizi Tinggi

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi pangan yang beragam, tidak lagi bergantung pada satu jenis sumber protein semata.

Salah satu alternatif yang diutamakan adalah ikan air payau sebagai sumber protein hewani yang bergizi, mudah diperoleh, dan berpotensi menjadi menu andalan keluarga sehari-hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan kampanye ini merupakan bagian dari upaya edukasi agar masyarakat menerapkan pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kelompok masyarakat di Surabaya saat memanen ikan air payau yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). (Foto: istimewa)

“Pemkot Surabaya terus mengedukasi masyarakat agar tidak bergantung pada satu jenis sumber protein. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai sumber protein hewani, seperti ikan, telur, maupun pangan lokal lainnya yang memiliki kandungan gizi tinggi,” kata Nanik, Minggu (26/7).

Edukasi ini dijalankan melalui berbagai program, mulai dari Lomba Cipta Menu B2SA, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), hingga pelatihan pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Menurut Nanik, ikan air payau menjadi pilihan tepat karena kandungan proteinnya berkualitas serta mudah diakses warga Surabaya. Ketersediaannya pun terjamin berkat dukungan pasokan dari wilayah pesisir dan sentra perikanan di Jawa Timur.

“Melalui Gemarikan, kami ingin membangun kebiasaan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Dengan begitu, kebutuhan protein keluarga dapat dipenuhi melalui pilihan pangan yang beragam dan bernilai gizi tinggi,” ujarnya.

Selain meningkatkan kesadaran, Pemkot juga memperluas akses pangan bergizi lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menghadirkan komoditas berkualitas dengan harga terjangkau.

Nanik berharap upaya ini dapat mengubah pola konsumsi masyarakat, memanfaatkan potensi pangan lokal, serta menjadikan ikan sebagai pilihan utama pemenuhan gizi keluarga.

“Harapannya, masyarakat semakin terbiasa menerapkan pola konsumsi B2SA. Diversifikasi pangan menjadi langkah penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Disanksi KFA Tak Boleh Melatih 10 Tahun di Korsel, Shin Tae-yong Tegaskan Tak Ada Masalah Latih Persija

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat suara terkait polemik sanksi berat yang dijatuhkan Federasi…

2 hours ago

Gol Bunuh Diri Jadi Penentu Kemenangan Persebaya atas Persija di Piala Presiden 2026

Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan berharga di laga Grup B Piala Presiden 2026. Bermain di…

3 hours ago

Soroti Pengisian Aplikasi Potensi Desa, Kejati Jatim Gandeng SMSI untuk Sosialisasi

Sinergi antar insan pers dan aparat penegak hukum di Jawa Timur terus diperkuat. Pengurus Serikat…

11 hours ago

Mangrove Eco Run Ajak Masyarakat Olahraga di Tengah Hutan Bakau Sekaligus Lestarikan Alam

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, digelar…

11 hours ago

Petugas Parkir dan Debt Collector Bentrok di Kafe Basuki Rahmat Surabaya, Saling Serang dengan Sajam, 3 Terluka

Kericuhan terjadi antara penagih utang atau debt collector (DC) dengan petugas parkir di halaman parkir…

20 hours ago

Jazz Gunung Hadirkan Musisi Prancis, IFI Surabaya Perluas Kolaborasi Seni

Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama enam tahun dengan festival…

1 day ago

This website uses cookies.