Categories: Surabaya

Pemkot Surabaya Target Kurangi 40 Persen Sampah di Sungai, Rencana Bangun Pengolahan di Sumberrejo

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi ditunjuk sebagai lokasi peluncuran perdana program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution, sebuah kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia.

Program ini digelar dengan tujuan utama menekan pencemaran sampah plastik di aliran sungai sebelum akhirnya terbawa hingga ke laut.

Didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), serta Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), kehadiran program ini menempatkan Surabaya sebagai daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah sungai yang berbasis kolaborasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat.

Penunjukan ini sekaligus menjadi momen istimewa bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurutnya, program yang saat ini berjalan aktif di Kali Tebu dan Kali Merutu telah menunjukkan hasil yang nyata dan positif bagi lingkungan.

“Setiap hari rata-rata satu ton sampah plastik berhasil diangkat dari kedua sungai tersebut melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan yang terlibat dalam program ini,” ungkap Fikser, Minggu (7/6).

Lebih lanjut dijelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada kerja fisik pembersihan sungai, namun juga mengedepankan pendekatan edukasi yang intensif.

Masyarakat terus diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan serta menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah ke aliran air. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci utama agar kesadaran warga tumbuh dan mampu mengelola sampah dengan benar sejak dari sumbernya.

“Dampak program juga mulai dirasakan masyarakat sekitar. Sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang, melainkan dipilah, disortir, dan dikemas untuk dijual kembali. Proses tersebut melibatkan warga setempat sehingga menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memberikan nilai tambah dari sampah yang sebelumnya tidak termanfaatkan,” tuturnya.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Soroti Pengisian Aplikasi Potensi Desa, Kejati Jatim Gandeng SMSI untuk Sosialisasi

Sinergi antar insan pers dan aparat penegak hukum di Jawa Timur terus diperkuat. Pengurus Serikat…

4 hours ago

Jazz Gunung Hadirkan Musisi Prancis, IFI Surabaya Perluas Kolaborasi Seni

Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama enam tahun dengan festival…

17 hours ago

Saat Ditemukan Sedang Ditimbang, Dua Kursi Besi Aset Pemkot Surabaya yang Dicuri Diamankan Satpol PP

Satpol PP Kota Surabaya mengamankan dua kursi besi berlogo Pemerintah Kota yang ditemukan di sebuah…

18 hours ago

Debut Shin Tae-yong Pimpin Persija Hadapi Persebaya: Persiapan Belum Sempurna, Tapi Siap Tampil Maksimal

Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, siap memimpin Macan Kemayoran untuk tampil maksimal saat berhadapan…

1 day ago

Hadapi Persija di Laga Pembuka Piala Presiden, Bernardo Tavares Fokus Rotasi Skuad Persebaya

Persebaya Surabaya terus memantapkan persiapan menjelang laga perdana Grup B Piala Presiden 2026. Skuad yang…

1 day ago

Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Surabaya: Refleksi Sejarah, Demokrasi dan Ingatan Kolektif Bangsa

Peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli yang digelar di…

1 day ago

This website uses cookies.