Categories: Surabaya

Flyover Taman Pelangi Surabaya Akan Dibangun Mirip Model Aloha Sidoarjo, Tanpa Lampu Merah

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proyek pengurai kemacetan di bundaran Taman Pelangi akan segera masuk tahap pelaksanaan. Proyek ini akan menggunakan konsep flyover (jalan layang) atau overpass, yang dipilih demi keamanan dan percepatan proses pembangunan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa konsep flyover dipilih setelah melalui kajian mendalam bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pertimbangan utama adalah faktor keamanan infrastruktur bawah tanah di lokasi tersebut.

“Berdasarkan hitungan dari Kementerian dan kami bersama, kalau underpass banyak pipa di sana, terutama gas, itu membahayakan. Selain itu, kalau underpass harus memindah aliran sungai dulu. Maka kita pilih overpass karena hitungannya bisa lebih cepat dan aman,” kata Eri, Rabu (28/1).

Flyover taman pelangi dirancang untuk memotong titik paling krusial kemacetan di Surabaya Selatan, yakni pertemuan arus lalu lintas dari arah Ahmad Yani menuju Rungkut maupun arah Jemursari menuju pusat kota. Konsepnya akan menyerupai Flyover Aloha di Sidoarjo, di mana arus lalu lintas akan dibuat mengalir terus tanpa hambatan lampu merah.

Taman pelangi terlihat dari udara. Rencananya pembangunan flyover nantinya mirip model Aloha Sidoarjo. (Foto: istimewa)

“Otomatis nanti tidak ada lampu merah. Jadi dari arah Ahmad Yani langsung naik, turunnya di arah Jemur, begitu juga sebaliknya. Seperti di Aloha, tidak macet karena perputaran ada di atas dan tidak ada jeda lampu merah yang memicu antrean panjang,” jelasnya.

Terkait kesiapan lahan, Cak Eri menegaskan bahwa seluruh proses pembebasan lahan telah selesai. Warga yang terdampak telah menerima ganti rugi, dengan hanya menyisakan satu bangunan yang digunakan sementara sebagai pos satgas.

“Semua bangunan sudah selesai dan sudah mendapatkan ganti rugi. Sekarang prosesnya sudah di tahap desain final dan akan segera masuk pelelangan. Pelaksanaannya dimulai tahun ini,” tegasnya.

Proyek yang didanai sepenuhnya oleh Kementerian PUPR ini ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 hingga selesai pada awal 2027.

“Kami berharap adanya flyover ini nantinya, salah satu titik paling padat di Surabaya bagian selatan tersebut dapat terbebas dari kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga untuk beraktivitas,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

10 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

22 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

22 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

22 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

23 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

24 hours ago

This website uses cookies.