Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan berdialog dengan warga yang menemukan kembali motornya yang hilang dalam bazar pengembalian barang bukti motor di halaman Mapolrestabes Surabaya. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Polrestabes Surabaya menggelar Bazar Pengembalian Barang Bukti berupa 1.050 unit sepeda motor hasil sitaan dan temuan untuk dikembalikan kepada pemilik sah tanpa dipungut biaya.
Ribuan kendaraan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta penertiban lalu lintas.
Kegiatan bazar pengembalian kendaraan bermotor ini dilaksanakan pada 21-23 Januari dan 26-30 Januari 2026 mulai pukul 08.00-15.00 WIB di Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani dan mencegah kasus curanmor di Kota Pahlawan.
“Alhamdulillah, ini Pak Wali Kota juga mendorong terus untuk kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya adalah ini, kita berikan pelayanan kepada yang selama ini menjadi korban curanmor,” ujar Kombes Pol Luthfi.
Kombes Pol Luthfi menyebutkan, hingga hari kedua pelaksanaan bazar, puluhan kendaraan telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. “Alhamdulillah sampai dengan hari kedua ya, 37 kendaraan sudah bisa diambil oleh pemiliknya,” terangnya.
Kapolrestabes juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang kendaraannya belum ditemukan. “Memang banyak juga masyarakat yang ke sini Pak Wali, kecewa juga karena kendaraan belum (ketemu). Saya juga mohon maaf karena memang mungkin belum saatnya,” tuturnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Polrestabes Surabaya akan terus berupaya mengungkap seluruh kasus curanmor di Kota Pahlawan. “Insyaallah kita komitmen terus untuk mengupayakan, mengungkap, semua curanmor ini,” terangnya.
Sementara itu, Eri Cahyadi mengapresiasi inisiatif Kapolrestabes Surabaya tersebut. Ia mengimbau warga Surabaya yang merasa kehilangan sepeda motor agar memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi yang disediakan oleh Polrestabes Surabaya.
“Saya berharap kalau ada warga Surabaya yang kehilangan motor, tolong bisa dilihat media sosial Pak Kapolrestabes atau Polrestabes Surabaya, untuk melihat, apakah ada motor saya di sini,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.050 unit sepeda motor yang ditampilkan dalam bazar motor Polrestabes Surabaya. Selain itu, terdapat sekitar 100 unit kendaraan lain yang masih dalam proses pendataan dan belum dibawa ke lokasi bazar.
Selain melalui media sosial, Polrestabes Surabaya juga menyediakan posko pencarian kendaraan untuk memudahkan masyarakat dalam mengecek keberadaan sepeda motor yang hilang.
Eri kembali menekankan bahwa upaya pencegahan curanmor tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian maupun pemerintah kota, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
“Ketika ada yang bertanya, kemana Polrestabes? Di mana polisinya? Di mana Pemkot-nya? Lho ini (keamanan) harus kita jaga bersama, tidak bisa hanya dijaga oleh Polrestabes,” ujarnya.
Oleh karena itu ia mengajak warga Surabaya untuk bersama-sama menjaga keamanan kendaraan masing-masing. “Maka hari ini menjadi pembelajaran kita. Ayo dijogo sepeda motore, dijogo keamanannya Surabaya dari pencurian motor,” harapnya
Eri juga mengungkap adanya inovasi alarm sepeda motor murah yang diberikan Polrestabes Surabaya secara gratis kepada korban curanmor. “Bahkan, Pak Kapolrestabes ini sampai memikirkan warga Surabaya, yang punya motor agar aman itu seperti apa,” katanya.
Ia menceritakan pengalaman seorang warga Manyar yang motornya gagal dicuri karena telah dilengkapi alarm. “Ada pengalaman dari warga Manyar, ibu rumah tangga, itu ketika masak ada yang (akan) mencuri motornya. Ternyata motornya ketika di-starter itu (alarm) langsung nyala,” tuturnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, jajaran Polrestabes Surabaya kemudian melakukan inovasi dengan membuat alarm rakitan berbiaya terjangkau. “Ternyata ini (alarm) dikerjakan anak buahnya Pak Kapolres sendiri. Jadi dengan rakitan itu ketemulah ongkos biayanya itu sekitar Rp40.000,” ungkapnya.
Karena itu, Cak Eri menyatakan rencana kolaborasi dengan BUMD Kota Surabaya agar alarm murah tersebut dapat diproduksi dan dipasang secara lebih luas. “Maka tadi saya bilang dengan Pak Kapolres, (kolaborasi) dengan BUMD Kota Surabaya, dengan harga (pembuatan alarm) itu, nanti kita gerakkan bersama,” pungkasnya. (ahm)
Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
This website uses cookies.