Categories: Surabaya

Diduga Dianiaya karena Banyak Luka, Balita di Simorejosari Surabaya Meninggal Akibat Sakit

METROTODAY, SURABAYA – Seorang balita berusia 1 tahun dengan inisial RD di Jalan Simorejosari A-5 Surabaya meninggal dunia dalam kondisi yang awalnya mencurigakan karena adanya luka di tubuh dan kepala.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyebab meninggalnya diketahui bukan karena kekerasan melainkan akibat kondisi kesehatan sejak lahir.

Peristiwa dimulai ketika orang tua balita membawa jenazahnya ke Puskesmas Simomulyo pada Senin (19/1) sekitar pukul 23.30 WIB untuk meminta surat kematian.

Dokter Fadila yang melakukan pengecekan menemukan keganjalan dan kemudian meminta bantuan kepolisian untuk penindakan lanjutan.

Sekitar pukul 01.15 WIB, tim INAFIS Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi. Setelah itu, jenazah balita dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Akhyar mengungkapkan bahwa awalnya korban diduga meninggal karena sakit. “Sakit kulit lama. Melepuh,” tuturnya, Selasa (20/1).

Korban RD merupakan anak keempat dari pasangan S, 46, dan DDA, 32. Anak pertama mereka berusia sekitar 6 tahun.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Ipda Andrianto menambahkan bahwa pihaknya menerima informasi dari dokter Puskesmas Simomulyo dan langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah kematian tersebut wajar atau tidak.

“Sudah sakit kondisinya kurang bagus. Dari lahir prematur, itu juga saat di laboratorium jantungnya bocor dari keterangan orang tua,” jelasnya.

Menurut Andrianto, korban juga mengalami stunting dan mendapatkan bantuan susu. “Kondisi jadi seperti itu sampai yang bersangkutan meninggal dunia. Dari awal tidak ada tanda-tanda kekerasan. Cuma secara visual seolah-olah ada tanda-tanda kekerasan ternyata bukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa bayi sudah mengalami sakit..Setelah diilihat keterangan INAFIS itu bukan karena kekerasan. “Tapi kulitnya mengelupas. Sakit itu, sakit bawaan. Dari keluarga tidak mampu,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

8 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

8 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

8 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

10 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.