Pengunjung perpustakaan kota Surabaya di Balai Pemuda. Saat ini perpustakaan miliki 571 ribu koleksi buku. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Minat masyarakat Kota Surabaya terhadap layanan perpustakaan menunjukkan tren positif. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mencatat, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan ke berbagai layanan perpustakaan mencapai 474.140 kunjungan, dengan mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar.
Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperluas akses layanan perpustakaan.
“Saat ini layanan perpustakaan tersedia di dua lokasi utama, yakni di Balai Pemuda dan di wilayah Rungkut. Selain itu, kami juga terus memaksimalkan layanan perpustakaan keliling agar akses masyarakat terhadap bahan bacaan semakin merata,” ujar Yusuf, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, perpustakaan keliling diarahkan ke lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat.
“Dengan pola seperti ini, kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terfasilitasi dengan baik, baik anak-anak, pelajar, maupun masyarakat umum yang memanfaatkan ruang publik,” jelasnya.
Berdasarkan data Dispusip Surabaya, kunjungan sepanjang 2025 didominasi oleh kelompok usia pelajar dengan total 370.852 kunjungan.
Rinciannya; Perpustakaan Balai Pemuda sebanyak 72.148 pengunjung, Perpustakaan Rungkut 19.341 pengunjung, Pojok Baca Digital (Pocadi) 1.391 kunjungan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebanyak 193.158 kunjungan, serta Mobil Perpustakaan Keliling yang mencatat 138.611 pengunjung.
Yusuf menegaskan bahwa penguatan layanan perpustakaan bertujuan untuk menanamkan budaya gemar membaca sejak usia dini sekaligus meningkatkan tingkat literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, Dispusip Surabaya terus mengembangkan koleksi buku, khususnya bahan bacaan anak.
“Kami menambah koleksi buku anak seperti dongeng dan cerita bergambar agar anak-anak semakin tertarik datang ke perpustakaan. Selain koleksi fisik, kami juga menyiapkan layanan perpustakaan digital supaya masyarakat bisa mengakses bahan bacaan dengan lebih mudah dan fleksibel,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, total koleksi buku cetak dan digital yang dimiliki mencapai 571.852 koleksi, yang terdiri dari 65.158 eksemplar buku cetak serta 1.902 judul ebook yang telah tersedia sejak 2024.
Dispusip Surabaya juga berkomitmen mengembangkan program pendukung literasi anak melalui penguatan perpustakaan sekolah dan TBM.
“Kami akan membantu dari sisi manajemen, koleksi, hingga referensi buku agar pengelolaan perpustakaan sekolah dan TBM semakin baik dan menarik bagi anak-anak,” imbuhnya.
“Ke depan, strategi peningkatan minat baca akan terus kami perkuat melalui pengembangan perpustakaan keliling, layanan digital, serta penataan manajemen layanan yang lebih ramah dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak,” pungkasnya. (ahm)
Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
This website uses cookies.