Categories: Surabaya

Aksi Mogok Jagal RPH Pegirian Tak Ganggu Stok Daging, RPH Kedurus Tetap Beroperasi

METROTODAY, SURABAYA – Aksi mogok massal yang dilakukan para jagal di Rumah potong hewan (RPH) Pegirian sempat berdampak pada distribusi daging segar di Kota Surabaya.

Namun, manajemen PT RPH Perseroda Surabaya memastikan ketersediaan daging sapi bagi masyarakat masih dalam kondisi aman.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak aksi mogok tersebut.

“Jadi yang pertama saya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya. Karena akibat aksi mogok memotong sapi di (RPH) Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar,” ujar Fajar, Selasa (13/1).

Meski demikian, Fajar menegaskan stok daging sapi di Kota Surabaya masih mencukupi karena pemotongan sapi tetap berjalan di unit RPH Kedurus.

Rumah potong hewan (RPH) di Kedurus tetap melayani konsumen meski sejumlah jagal melakukan aksi mogok massal. (Foto: istimewa)

“Saya pastikan hari ini, saya cek tadi oleh tim monitoring daging RPH bahwa ketersediaan daging masih cukup. Karena apa? Kami masih punya RPH Surabaya unit Kedurus yang masih memotong sapi hari ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik,” jelasnya.

Masyarakat tetap dapat memperoleh daging sapi melalui outlet resmi maupun pasar tradisional.

“Masyarakat bisa mendapatkan daging sapi yang terbaik, bisa melalui outlet RPH Surya Mart, atau melalui pasar-pasar. Ada 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai oleh para mitra jagal dari Kedurus,” katanya.

Terkait rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi dari Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW), Fajar menegaskan yang berpindah hanyalah lokasi pemotongan, bukan pusat perdagangan daging.

“Jadi yang pindah adalah tempat pemotongannya saja. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya, tidak pindah. Lokasinya tetap di Pegirian, Jalan Arimbi,” tegas dia.

Manajemen memberikan waktu hingga akhir Idulfitri 2026 bagi para jagal Pegirian untuk memaksimalkan fasilitas lama.

“Artinya, ada waktu Januari, Februari, sampai dengan akhir Maret untuk memanfaatkan RPH Pegirian,” ungkap Fajar.

Setelah periode tersebut, seluruh aktivitas pemotongan akan dialihkan ke RPH TOW, dengan operasional dua lokasi secara paralel selama masa transisi.

“Selama Januari, Februari, Maret, RPH memanfaatkan dua tempat pemotongan sekaligus. Paralel kami jalankan, TOW jalan, Pegirian jalan,” katanya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional RPH TOW, termasuk kelengkapan fasilitas dan sertifikasi.

“Kami akan cek yang sudah dibangun itu apakah sudah sesuai atau tidak. Ketika ada perbaikan, ada kekurangan apa, kan kita perlu pemotongan itu. Mengurus sertifikat halal dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Fajar, kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan separuhnya dipenuhi dari pemotongan di RPH Surabaya.

“Di Surabaya itu sekitar 40 ton ya, jadi 40 ton itu Surabaya, tapi yang 20 ton dipenuhi dari pemotongan RPH Surabaya,” ungkapnya.

Terkait dampak mogok kerja, pihaknya tetap memprioritaskan jagal Pegirian untuk beroperasi di RPH TOW, meskipun ada minat dari jagal luar daerah.

“Prioritas kami, kami memprioritaskan jagal-jagal pegirian ini untuk ikut mengoperasikan di TOW. Respons dari jagal luar lumayan banyak. Tapi saya katakan sebentar dulu, kamu saya data, tapi saya perintahkan dulu jagal Pegirian untuk masuk,” ujarnya.

Fajar menjelaskan bahwa RPH TOW secara fasilitas telah siap beroperasi dengan standar yang lebih modern.

“TOW secara fungsi sudah siap menampung 150 ekor sapi Brahman Cross (BX), kemudian 80 ekor sapi lokal, kemudian ada 28 unit handrail. Persis sama di RPH Pegirian, tidak ada yang berubah, bahkan tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan IPAL-nya lebih maksimal,” jelasnya.

Dalam sepekan ke depan, RPH Surabaya akan melakukan pemotongan mandiri untuk menjaga pasokan.

“Jadi seminggu ini, kami RPA Surabaya akan melakukan pemotongan mandiri, kami juga akan memotong sapi, dari Kedurus juga akan memotong sapi. InsyaAllah bisa terpenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap aksi mogok para jagal ini tidak berlarut-larut karena berpotensi merugikan jagal sendiri. “Harapan kami jangan sampai mogok, karena kalau mereka mogok, pelanggannya akan cari supplier baru,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.