Categories: Surabaya

Pemkot Surabaya Buru Pelaku Vandalisme Mural di Jalan Gubeng Pojok yang Sudah Teridentifikasi CCTV

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya tengah berupaya keras untuk menangkap pelaku vandalisme yang merusak mural di kawasan Jalan Gubeng Pojok.

Mural yang baru saja selesai dikerjakan tersebut dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, membuat Pemkot Surabaya geram.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa ia telah meminta perangkat daerah (PD) terkait untuk menindaklanjuti kasus ini.

Menurutnya, di sekitar lokasi mural telah terpasang kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

“Nah ini sudah saya minta itu sama teman-teman, kan ada CCTV-nya, diproses lah. Makanya saya berharap, kalau sudah dimural jangan dirusak,” kata Eri, Selasa (4/11).

Mural di Jembatan Viaduk Gubeng Surabaya baru saja diselesaikan dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Foto: Istimewa)

Cak Eri, sapaan akrabnya, mengaku sangat prihatin atas insiden vandalisme ini. Ia menekankan bahwa pembuatan mural membutuhkan tenaga dan dedikasi tinggi dari para seniman muda Surabaya.

“Arek-arek (mengerjakan) susahnya seperti itu, divandalisme. Ini saya minta (cari) CCTV, proses sampai dapat, hukumannya jangan ringan-ringan, yang berat sekalian karena merusak fasilitas umum,” tegasnya.

Wali kota juga menegaskan bahwa tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum dapat dijerat pidana.

“Saya pidanakan, karena merusak fasilitas umum kan bisa masuk kategori pidana,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat beberapa titik kamera pengawas di sekitar lokasi mural yang akan membantu Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya dalam melacak pelaku.

“Insyaallah ada beberapa (CCTV) tiga atau dua. (Pelaku) lagi dicari itu sama teman-teman. Saya bilang goleki (cari) sampai ketemu (pelakunya),” katanya.

Eri juga menjelaskan bahwa mural tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan menjadi bagian dari upaya mempercantik kota.

“Karena ini merusak fasilitas umum, terus dibangun dengan uang negara, (mengerjakannya) soro (susah),” ujarnya.

Mural di Jalan Gubeng Pojok menggambarkan keberagaman suku, ras, agama, serta keindahan wisata di Kota Pahlawan.

“Jadi beragam agama, beragam suku, sehingga itu menyatukanlah tempat-tempat wisata. Makanya kita harus menjaga Surabaya bareng-bareng,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan bagi pelaku vandalisme agar menyadari kesalahannya. “Semoga yang tangannya jahil, jadi gak jahil lagi. Semoga yang tangannya jahil, dibuka hatinya biar sadar. Bagaimanapun dia ya wargaku. Maka satu-satunya yang bisa membolak-balikkan hatinya manusia adalah Gusti Allah,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

9 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

20 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

20 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

20 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

21 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

22 hours ago

This website uses cookies.