Categories: Surabaya

Lampu Dekorasi di Wisata Kota Lama Hilang, Wali Kota Eri Geram!

METROTODAY, SURABAYA – Kawasan Kota Lama Surabaya kembali menjadi sorotan setelah lampu-lampu dekorasi di Jalan Panggung, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, dilaporkan hilang, diduga akibat pencurian.

Menanggapi insiden ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung meningkatkan patroli dan pengawasan di area tersebut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, geram atas pencurian fasilitas umum yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut.

Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga aset kota demi kepentingan bersama.

“Kita mengedukasi terus masyarakat. Ini kan lampu duitnya dari APBD, buat masyarakat untuk menaikkan PAD. Ya ayo dijogo (dijaga), masyarakat yang ngerti (tahu) orang-orang yang nyolong (mencuri), ya ayo cekelen (ayo ditangkap),” kata Eri, Rabu (8/10).

Menurut Eri, fasilitas seperti lampu dekorasi ini dibangun untuk mempercantik wajah Kota Surabaya dan menarik wisatawan. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan sektor perekonomian daerah.

“Ini dibuat untuk Kota Surabaya. Karena kalau banyak (wisatawan, Red) yang datang, maka hotel bergerak, rumah makan bergerak. Kalau semua bergerak, insyaallah pendapatan asli daerah naik. Lah nek onok sing nyolong (kalau ada yang mencuri), ya ayo rek direwangi Jogo (dibantu jaga) Surabaya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi pencurian tidak hanya menargetkan lampu dekorasi, tetapi juga sejumlah kabel di area publik.

“Gak lampu tok (bukan hanya lampu), onok kabel barang sing ilang (ada kabel juga yang hilang). Nang ngisor got isok ilang (Kabel di bawah saluran bisa hilang),” keluhnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya telah menyiagakan petugas untuk berpatroli secara rutin dan menambah sistem pemantauan.

“Kita lakukan terus patroli, teman-teman berputar di lokasi. Yang kedua, kita juga memasang CCTV dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk hukumannya,” jelasnya.

Meski demikian Eri meminta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas publik agar program pembangunan Surabaya dapat berjalan optimal.

“Yang terpenting saya nuwun (minta tolong) warga Surabaya, ayo jogoen (dijaga) ini barangnya sampean (anda). Kalau barang ini dijaga, maka Kota Lama itu akan semakin bagus, maka semakin banyak yang datang, hotelnya semakin laris,” tuturnya.

Ia menegaskan, meningkatnya kunjungan wisata akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian kota, seperti peningkatan omzet rumah makan dan okupansi hotel.

“Hotel semakin laris, rumah makan semakin banyak yang beli. Kalau (rumah makan) semakin banyak yang beli, hotel laris, maka PAD Surabaya bisa naik. Kalau PAD Surabaya naik, maka sekolah bisa gratis, pendidikan dan kesehatan juga bisa gratis,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

19 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

21 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

22 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

22 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

23 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Jejak Ulama Sepuh, Tokoh Sakti, dan Wali Karismatik (1)

”Kelak, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke…

2 days ago

This website uses cookies.