Categories: Surabaya

Sembrani Bumi Nusantara, Surabaya Kenalkan Sejarah Sawunggaling ke Generasi Muda Lewat Napak Tilas

METROTODAY, SURABAYA – Pagelaran budaya tahunan Sembrani Bumi Nusantara kembali memukau Kota Surabaya pada Minggu (5/10). Mengusung tema Napak Tilas Babat Alas Suroboyo, acara ini sukses menyedot perhatian ribuan warga dengan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan seni, budaya, dan sejarah.

Kemeriahan acara dipusatkan di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Rangkaian dimulai dengan prosesi sungkeman di Makam Raden Sawunggaling atau Joko Berek, dilanjutkan dengan Gebyar Tari Remo Massal yang melibatkan 1.000 penari pelajar di sepanjang Jalan Raya Lidah Wetan.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah.

Napak tilas kemudian berlanjut menuju Taman Bungkul, dengan suguhan teatrikal yang menggambarkan pertemuan Joko Berek dengan Sawungsari dan Sawungrono. Adegan pertarungan ayam jago menjadi daya tarik tersendiri, sebelum akhirnya dibawa lari menuju Balai Kota Surabaya untuk menemui Tumenggung Jayengrono.

Lurah Lidah Wetan Surabaya, Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa Napak Tilas Sawunggaling merupakan bagian dari rangkaian Sedekah Bumi yang telah digelar tiga tahun berturut-turut. “Napak tilas ini menapaktilasi perjalanan Raden Sawunggaling ketika mencari ayahandanya yang bernama Adipati Jayengrono,” tuturnya.

Setibanya di Taman Bungkul, peserta disambut dengan Jajanan Ndeso yang menyajikan beragam kuliner tradisional. Prosesi ditutup dengan Sodoran Gendero Tunggul Yudho oleh Joko Berek bersama Tumenggung Jayengrono, disertai tumpengan sebagai simbol Sedekah Bumi Surabaya.

Ketua Pelaksana Sembrani Bumi Nusantara 2025, Prayugi Imaduddin, mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini lebih semarak berkat dukungan dari berbagai pihak. “Yang pasti tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Karena kemarin Alhamdulillah kita di-support terhadap pengumuman, flyer dari pihak-pihak dinas terkait,” ujarnya.

Prayugi menambahkan, selain napak tilas, rangkaian Sembrani Bumi Nusantara 2025 juga menghadirkan sejumlah kegiatan budaya lain, seperti Campursari pada 8 Oktober, serta Khotmil Qur’an dan doa bersama pada 11 Oktober.

“Secara keseluruhan kalau total peserta tari remo anak sama peserta napak tilas kurang lebih sekitar 2000,” pungkasnya.(ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.