Categories: Surabaya

Tim DVI Terima 32 Kantong Jenazah, Proses Identifikasi Dikebut

METROTODAY, SURABAYA – Hingga Minggu (5/10), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menerima 32 kantong jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.

Tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi, menyisakan 28 kantong jenazah termasuk satu body part.

Proses identifikasi jenazah korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo di posko post mortem Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya terus dipercepat.

Dari total 31 jenazah dan satu body part yang diterima, tiga di antaranya telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kini jenazah yang berada di Rumah Sakit Bhayangkara tinggal menyisakan 28 jenazah dan satu body part.

Menurut Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan, proses identifikasi jenazah terus dipercepat melalui identifikasi data ante mortem dan post mortem, dengan melibatkan tim gabungan DVI dari unsur tenaga medis, INAFIS, kedokteran forensik, dan kedokteran kesehatan Polda Jatim.

“Kami terus berupaya mempercepat proses identifikasi ini dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada,” ujar Kombes Pol. Kusnan.

Sebelumnya Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Sabtu malam (4/10).

Ketiganya teridentifikasi setelah ada kecocokan data ante mortem dan post mortem. Selanjutnya, tiga jenazah tersebut langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tiga jenazah pertama yang teridentifikasi bernama Firman Nur 16, warga Jalan Tembok Surabaya. Jenazah kedua yang teridentifikasi bernama Mohammad Azka Ibadurrahman, 13, asal Kenjeran Surabaya.

Untuk jenazah ketiga teridentifikasi bernama Daul Milal, 15, dari Sido Kapasan Surabaya.

Tiga jenazah tersebut diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan Sabtu malam, tim DVI Polda Jatim telah menerima 11 jenazah dan satu body part atau bagian tubuh korban. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

2 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

2 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

3 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

3 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

11 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

14 hours ago

This website uses cookies.