Categories: Surabaya

Pemkot Surabaya Jamin Pemulihan Cagar Budaya Polsek Tegalsari Tak Asal-Asalan dan Sesuai Rekomendasi TACB

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan bangunan cagar budaya yang rusak akibat aksi kerusuhan massa pada beberapa waktu lalu.

Insiden yang menimpa salah satu situs di Polsek Tegalsari ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yang langsung mengambil langkah cepat untuk mengembalikan fungsi dan nilai sejarahnya.

Eri menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya (TACB) untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai prosedur dan kaidah pelestarian.

“Kami sudah bertemu dengan tim cagar budaya. Pembangunan kembali akan berdasarkan rekomendasi dari mereka,” jelas Wali Kota Eri, Sabtu (6/9).

TERDAMPAK: Bunker peninggalan Belanda di area Mapolsek Tegalsari. (Foto: Istimewa)

Ia menambahkan, bagian yang terdaftar sebagai cagar budaya adalah bangunan bunker yang berada di belakang, bukan bangunan di bagian depan yang sempat menjadi sasaran massa.

Namun, ia menekankan bahwa bagian depan tersebut juga memiliki nilai historis sebagai situs perjuangan.

“Yang di depan itu bukan bangunannya, tapi situsnya, tempat perjuangannya,” imbuhnya.

Ia juga memastikan bahwa setiap langkah pemulihan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Bangunan yang terdaftar sebagai cagar budaya akan dipertahankan bentuk aslinya.

Masjid Al Jabbar di samping Polsek Tegalsari yang terdampak aksi pembakaran. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, untuk bagian yang bukan bangunan cagar budaya, konsep pembangunannya akan disesuaikan dengan rekomendasi dari tim ahli.

“Ketika ada bangunan cagar budaya, maka bangunan itu harus dipertahankan. Tapi kalau yang depan bukan bangunan cagar budaya, kita harus mendapatkan rekomendasi dari tim cagar budaya dulu,” terangnya.

Menurutnya tim ahli cagar budaya adalah pihak yang paling mengerti tentang proses dan bentuk yang tepat untuk pembangunan kembali.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian. Kita diskusikan dengan Polrestabes dulu,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

3 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

5 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

6 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

1 day ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.