Categories: Surabaya

Spesialis Curanmor Parkiran Rumah Sakit di Surabaya Diringkus, Sudah Beraksi 10 Kali

METROTODAY, SURABAYA – Unit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya berhasil menangkap pelaku pencurian motor spesialis parkiran motor rumah sakit di Surabaya.

Pelaku yang beraksi seorang diri ini sudah lebih dari 10 kali melakukan pencurian motor di berbagai rumah sakit di Surabaya.

Pelaku yang diketahui bernama DT, 37, warga Tambaksari, Surabaya, ini merupakan residivis kasus curanmor. Ia ditangkap berkat rekaman kamera CCTV yang merekam aksinya di salah satu parkiran rumah sakit.

Dalam rekaman kamera CCTV, terlihat DT dengan santainya membawa kabur motor milik keluarga pasien yang terparkir di area parkir rumah sakit.

Berkat rekaman kamera pemantau inilah, Unit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya berhasil mengidentifikasi dan meringkus pelaku.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku merupakan residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama.

Menurut Kapolsek Gubeng Surabaya, Kompol Eko Sudarmanto, pelaku sudah lama menjadi target operasi (TO) pihak kepolisian.

“Pelaku ini memang sudah menjadi TO kami. Dia ini spesialis curanmor di parkiran rumah sakit. Modusnya cukup rapi, sehingga sulit terdeteksi,” ujar Kompol Eko Sudarmanto, Selasa (19/8).

Dalam aksinya, pelaku bekerja seorang diri dengan berjalan kaki dari rumahnya mencari sasaran motor. “Pelaku sudah beraksi di lebih dari 10 lokasi dan mayoritas di parkiran rumah sakit,” jelasnya.

Modus pencurian yang dilakukan pelaku adalah dengan menunggu di parkiran untuk memantau pemilik motor meninggalkan karcis parkir di laci motor.

Berbekal karcis tersebut, pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan parkir. Motor hasil curian kemudian dijual ke penadah di Madura dengan harga dua juta rupiah per unit. “Saya jual murah karena butuh uang cepat,” kata DT.

Bersama pelaku, turut diamankan kunci T, pakaian yang digunakan saat beraksi, dan satu unit motor hasil pencurian sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, pelaku untuk ketiga kalinya harus mendekam di penjara dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. (ahm))

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.