Categories: Surabaya

Wali Kota Surabaya Cak Eri Segel Minimarket Mokong yang Masih Gunakan Jukir Liar

METROTODAY, SURABAYA – Petugas Satpol PP Kota Surabaya menyegel sejumlah minimarket di Surabaya, Jawa Timur. Penyegelan ini dilakukan karena minimarket tersebut masih mempekerjakan juru parkir (jukir) liar, meskipun praktik ini sudah dilarang oleh pemerintah.

Penyegelan terjadi saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa minimarket pada Selasa (10/6). Eri mengunjungi tiga minimarket; satu di pusat kota dan dua lainnya di Surabaya Timur.

Dari tiga minimarket yang disidak, dua minimarket di Jalan Dr. Dharmahusaha disegel karena kedapatan masih menggunakan jukir liar.

Kedua minimarket tersebut tampak diberi gembok dan garis polisi berwarna kuning.

Cak Eri yang akrab disapa menjelaskan penyegelan sebagai langkah tegas Pemkot Surabaya dalam memberantas jukir liar.

Minimarket sebelumnya sudah diingatkan untuk menyediakan rompi khusus bagi petugas parkir resmi. Namun, beberapa minimarket mengabaikan peringatan ini, sehingga jukir liar masih berkeliaran.

“Saya sudah sampaikan ke semua tempat usaha, terutama yang sudah mencantumkan tulisan ‘bebas parkir’. Saya minta mereka menyediakan lahan parkir, dan petugas parkirnya terserah, asalkan mereka mengenakan rompi dari tempat usaha tersebut,” jelasnya.

Petugas Satpol PP Surabaya menyegel minimarket di Jalan Mojo Surabaya. (Foto: Ahmad S./Metrotoday)

Rompi khusus ini menandai petugas parkir resmi dan bertuliskan ‘Parkir Gratis’, sehingga mereka tidak boleh meminta bayaran.

“Saya minta setiap minimarket memberikan asuransi kepada jukirnya dan menyeragamkan mereka, agar masyarakat tidak lagi membayar karena sudah tahu parkirnya gratis,” tambahnya.

Karena kedua minimarket yang disidak tidak memiliki jukir resmi, maka tempat parkirnya disegel. Eri menegaskan, yang disegel sebenarnya hanya area parkir, tetapi karena area parkir disegel, minimarket pun ikut tertutup.

“Penutupan minimarket ini terjadi karena saya tidak menyegel tempat usahanya, melainkan area parkirnya. Tanpa parkir, orang tidak mungkin mau belanja,” ujarnya.

Penyegelan baru akan dibuka jika minimarket tersebut telah menyediakan jukir resmi dengan rompi khusus. “Minimarket boleh beroperasi kembali jika sudah ada petugas parkir resminya,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

30 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.