Categories: Surabaya

Mutasi Berbahaya Virus Hepatitis B dan SARS-CoV-2, Benarkah Membuat Vaksin Tak Ampuh Lagi?

METROTODAY, SURABAYA – Banyaknya berbagai macam penyakit saat ini menjadi tantangan global. Salah satunya perkembangan virus Hepatitis B dan kemunculan berbagai varian SARS-CoV-2 yang jadi perhatian bagi akademisi dan praktisi dalam perubahan genetik suatu virus.

Menurut pakar virologi, Prof Dr Juniastuti, mutasi virus menyebabkan perubahan genetik menjadi varian berbeda sebagai adaptasi lingkungan untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit seperti. Seperti melawan obat maupun sistem kekebalan tubuh inang.

“Akibatnya timbul penyakit yang lebih mudah menular, lebih sulit disembuhkan, atau tidak lagi efektif tertangani menggunakan vaksin yang tersedia,” kata Prof Juniastuti, Selasa (27/5).

Ia juga memberikan perhatian terhadap dua jenis virus. Pertama adalah virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati. Sekarang VHB memiliki sepuluh jenis genotipe dan 40 sub genotipe yang tersebar secara global. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda.

Beberapa mutasi tertentu, seperti A1762T/G1764A dan G1896A membuat virus menjadi lebih agresif. Kerusakan hati yang lebih parah berubah menjadi sirosis dan kanker hati. Bahkan mutasi lain membuat virus kebal terhadap obat antivirus.

“Misalnya, mutasi pada bagian YMDD dikenal luas menyebabkan resistensi obat lamivudin, salah satu terapi standar untuk hepatitis B,” ungkapnya.

Guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) ini juga menyoroti kemunculan varian SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab COVID-19. Pandemi yang terjadi beberapa tahun silam menjadi wujud nyata dampak luas akibat mutasi virus.

Dalam kurun lima tahun saja varian bernama Alpha, Beta, Delta, dan Omicron telah muncul. Varian Omicron jauh lebih mudah menular dibandingkan varian Delta dengan gejala cenderung lebih ringan. Namun, mutasi menyebabkan alat tes maupun vaksin yang awalnya efektif menjadi kurang optimal.

“Vaksin booster belum cukup kuat melawan subvarian terbaru Omicron. Karena itu, ilmuwan sedang mengembangkan vaksin generasi baru yang lebih sesuai dengan varian yang beredar,” tuturnya.

Oleh karena itu, deteksi varian virus harus menjadi bagian penanganan penyakit menular. Dukungan dari pemerintah dan pemangku kebijakan sangat vital dalam pemeriksaan molekuler untuk deteksi varian cenderung mahal.

Terlebih lagi untuk penyakit yang sedang mewabah atau berpotensi menjadi pandemi. Langkah tersebut bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi juga melindungi masyarakat luas.

“Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, kita bisa menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, serta berkontribusi pada pencapaian target kesehatan global tahun 2030,” pungkasnya. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

4 minutes ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

32 minutes ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

1 hour ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

2 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

10 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

13 hours ago

This website uses cookies.