Categories: Surabaya

Masuki Gelombang Kedua, PPIH Surabaya Pastikan Jadwal Keberangkatan Kloter Telah Sesuai dengan Syarikah

METROTODAY, SURABAYA – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan telah menyesuaikan jadwal keberangkatan jamaah di tiap kelompok terbang (kloter) berdasarkan syarikah pada pelayanan pemberangkatan gelombang kedua yang dimulai hari ini.

“Manifes kloter jamaah berdasarkan syarikah ini memenuhi permintaan Pemerintah Arab Saudi,” kata Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Sugiyo dilansir dari Antara, Sabtu (17/5).

Syarikah adalah mitra resmi pemerintah Arab Saudi dari pihak swasta yang bertugas memberikan layanan kepada jamaah terkait akomodasi, konsumsi, transportasi dan pergerakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci yang sejak tahun 2022 menggantikan pelayanan oleh muassasah besutan otoritas negeri penghasil minyak tersebut.

Selama tiga tahun terakhir, Pemerintah Arab Saudi hanya bermitra dengan satu syarikah yang melayani berbagai keperluan jamaah di Tanah Suci. Sehingga ketika kloter jamaah yang sejak era muassasah manifesnya selalu disusun berdasarkan asal daerah kabupaten/ kota tidak terjadi masalah.

Menjadi masalah ketika musim haji tahun ini Pemerintah Arab Saudi menggandeng sebanyak delapan syarikah dan PPIH Embarkasi Surabaya tetap menyusun manifes kloter berdasarkan daerah kabupaten/kota asal jamaah pada pemberangkatan ke Tanah Suci gelombang pertama sepanjang tanggal 1 hingga 16 Mei lalu.

Terkendala perlu waktu lama bagi delapan syarikah tersebut untuk mencari jamaah yang akan didampinginya di setiap kloter yang tiba di Tanah Suci sehingga sehingga menghambat proses perjalanan ibadah haji.

Sugiyo menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi pada 8 Mei lalu menerbitkan peraturan agar manifes kloter jamaah disusun berdasarkan syarikah.

“Sejak itu Jawa Timur sudah menggunakan sistem syarikah pada kloter 22 dan sampai hari ini. Setelah berangsur-angsur jamaah telah disesuaikan dengan syarikah-nya dan sekarang sudah bisa berjalan dengan normal kembali,” ujarnya.

Berbeda dengan jamaah calon haji pemberangkatan gelombang pertama, yaitu kloter 1 hingga 50 pada 1 – 16 Mei lalu, yang pesawatnya mendarat di Madinah. Jamaah yang tergabung dalam gelombang kedua, yaitu kloter 51 hingga terakhir 97, yang dijadwalkan bertahap 17 – 31 Mei 2025 langsung memakai busana ihram, serta disarankan terlebih dulu membaca niat miqat sejak dilepas dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

“Karena pesawatnya dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo akan mendarat di Jeddah dan langsung disambung perjalanan darat menuju Mekkah, yang hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk berganti pakaian ihram setibanya di Jeddah,” tutur Sugiyo. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.