Categories: Surabaya

Lampaui IPKD Rerata Nasional, Pemprov Jatim Raih Penghargaan dari KPK

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI atas komitmennya dalam pencegahan korupsi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI Setyo Budianto kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kepala Daerah di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/3).

Pemprov Jatim menempati peringkat kedua dalam Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024 dengan capaian 94 persen, di atas rata-rata nasional sebesar 76 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemprov Jatim dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Alhamdulillah, MCP Jatim mencapai 94 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Ini menunjukkan bahwa pencegahan korupsi sudah menjadi bagian dari sistem pemerintahan di Jatim, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Khofifah.

Selain Pemprov Jatim, penghargaan MCP tertinggi juga diraih oleh Pemprov Jawa Tengah dan Kalimantan Barat.

Di tingkat kabupaten/kota, Kota Surabaya, Kota Blitar, dan Kota Mojokerto juga menerima apresiasi atas pencapaian MCP tertinggi di Jawa Timur.

Khofifah menyebutkan terdapat delapan area fokus dalam MCP, yakni perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, optimalisasi pendapatan, penguatan APIP, serta tata kelola pemerintahan yang lebih transparan.

“Penerapan sistem digital di lingkungan Pemprov Jatim menjadi instrumen penting dalam mencegah praktik korupsi,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPK RI Setyo Budianto menegaskan bahwa integritas menjadi faktor utama dalam mencegah korupsi di pemerintahan.

“Integritas adalah sesuatu yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Kepala daerah harus berani menolak dan melaporkan setiap gratifikasi, terlebih menjelang hari raya,” ujarnya.

Setyo juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pokok pikiran (pokir) DPRD serta sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Menurut dia, sistem digital seperti e-katalog V6 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dapat membantu transparansi, tetapi tetap bergantung pada komitmen dan integritas pejabat daerah.

“Mau dibuat versi berapa pun, kalau manusianya tidak berkomitmen dan berintegritas, tetap akan terjadi penyalahgunaan,” kata Setyo. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

3 minutes ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

48 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

3 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

4 hours ago

This website uses cookies.