Ilustrasi AI
METROTODAY, SIDOARJO – Tradisi buka puasa bersama (bukber) menjadi momen yang paling dinantikan sepanjang Ramadan. Tak sekadar melepas dahaga, pemilihan lokasi yang memiliki atmosfer unik pun menjadi pilihan agar mutlak agar momen berkumpul makin berkesan.
Dari hari ke hari peta wisata kuliner di Sidoarjo kian berwarna. Dari rimbunnya pepohonan di pinggiran hingga gemerlap lampu di pusat kota. Sejumlah titik menjadi buruan para pencinta kuliner yang ingin menikmati suasana berbuka yang berbeda dari biasanya.
Salah satu yang menjadi primadona adalah kawasan Gading Fajar. Area ini bertransformasi menjadi “pasar takjil” raksasa setiap sore. Ribuan warga tumpah ruah mencari kudapan tradisional, mulai dari bongko kopyor hingga petis nyamleng khas Sidoarjo yang menggoda selera. Harga takjil di Gading Fajar juga terbilang murah.
Ada tips tersendiri untuk datang ke Gading Fajar. Berdasar pengalaman MetroToday agar Anda tidak kehabisan pilihan makanan, datanglah sekitar pukul 15.00. Di situlah para pedagang baru membuka lapaknya. Tentu saja pilihan makanan masih berjibun.
Bagi yang mendambakan suasana tenang dengan semilir angin, kawasan Lingkar Timur kini menawarkan deretan resto bernuansa outdoor. Di sini pengunjung bisa berbuka puasa dengan latar belakang hamparan tambak yang eksotis, memberikan sensasi “healing” sejenak dari hiruk-pikuk kerja. Kalau hari tidak hujan, maka Anda akan mendapatkan pemandangan tenggelamnya matahari. Langit memerah dengan angin sepoi-sepoi membuat suasana berbincang dengan koleg menjadi kian asyik.
Hal lain, kawasan Kuliner Ponti tetap menjadi magnet utama bagi kawula muda. Berderet kafe kekinian dengan desain industrial dan minimalis menawarkan paket bukber yang ramah di kantong, lengkap dengan fasilitas live music religi yang menambah kekhusyukan.
Jika Anda mencari suasana yang lebih “hijau”, beberapa resto di area Wonoayu dan Tulangan menawarkan konsep makan di tengah sawah. Menikmati es degan murni sembari melihat matahari terbenam di balik pematang sawah menjadi daya tarik yang membuat tempat ini selalu full booked.
Pusat perbelanjaan seperti Lippo Plaza dan Suncity Mall pun tak mau kalah. Mereka menghadirkan festival kuliner Ramadan di area atrium, memudahkan keluarga yang ingin berbuka sekaligus berbelanja kebutuhan Lebaran dalam satu waktu.
Bagi pencinta suasana outdoor, berbuka di sekitar Alun-alun Sidoarjo memberikan nuansa nostalgia. Menikmati bakso atau tahu tek di bawah rindangnya pohon beringin, sembari menunggu suara azan Isya’ dari Masjid Agung Sultan Agung, memberikan kedamaian tersendiri.
”Tahun ini trennya memang tempat yang terbuka atau semi-outdoor. Orang lebih suka sirkulasi udara yang bagus dan pemandangan yang luas,” ujar salah satu pengelola resto di di kawasan alun-alun kepada tim redaksi.
Untuk menghindari kehabisan tempat, sangat disarankan bagi warga untuk melakukan reservasi minimal dua hari sebelum hari-H. Fenomena “war takjil” dan tempat duduk sering kali memuncak pada minggu kedua hingga ketiga Ramadan.
Selain kenyamanan tempat, aksesibilitas juga menjadi pertimbangan. Lokasi-lokasi yang memiliki area parkir luas dan fasilitas musala yang bersih menjadi nilai tambah utama bagi para pemburu lokasi bukber di Kota Delta.Jangan lupa untuk tetap memperhatikan pola makan sehat saat berkeliling berburu takjil agar tehindar dari Glucose Spike. (red/MT)
Saat berbuka puasa, meja makan penuh dengan sajian menggoda. Es sirup, gorengan, hingga kolak manis…
ujan yang terus-terusan turun diSidoarjo beberapa hari terakhir ini membuat cerita lama itu kembali muncul.…
Keunggulan dalam tarbiyah ilmu shorof ini pula yang membedakan Pondok Sono dari pondok-pondok lain, sekaligus…
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir 2025 lalu masih menyisakan luka mendalam bagi korban terdampak…
Persebaya Surabaya kembali mengalami kekalahan setelah sebelumnya dikalahkan Bhayangkara Presisi di kandang. Pada lanjutan pekan…
Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan MBG, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar koordinasi monitoring dan evaluasi…
This website uses cookies.