Categories: Sidoarjo

Sidoarjo Optimistis Capai Kabupaten Sehat dengan Kolaborasi Hexahelix

METRO TODAY, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo semakin berkomitmen menciptakan lingkungan sehat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategi hexahelix. Melibatkan enam unsur penting. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media massa, dan masyarakat.

Komitmen dan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya besar menuju Kabupaten Sehat. Predikat tersebut diberikan kepada daerah yang mampu memenuhi indikator-indikator kesehatan lingkungan, fasilitas pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta partisipasi aktif masyarakat.

Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Sehat tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak. Penguatan lintas sektor dan kolaborasi heksaheliks merupakan faktor utama dalam mewujudkannya.

“Swasti Saba Wistara, yang merupakan salah satu predikat tertinggi dalam penilaian kabupaten/kota sehat (KKS) tingkat nasional, saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sidoarjo,” ungkap Bupati Subandi.

Untuk mencapai tujuan itu, Pemkab Sidoarjo telah melakukan berbagai terobosan. Di antaranya progeam Cegah Stunting, Layanan Sedot Tinja, Jihad Rawat Kali, Pembinaan Kawasan Tanpa Eokok (KTR), Pasar Sehat, Zero Buang Air Besar Sembarangan (ODF), hingga Sekolah Ramah Anak.

Salah satu pembuktian Pemkab Sidoarjo adalah berhasil menurunkan angka stunting. Sukses tersebut saat ini menjadi perbincangan masyarakat Sidoarjo.

“Optimisme meraih penghargaan Kabupaten Sehat diupayakan dengan keberhasilan penurunan angka stunting. Dari 3,17 persen menjadi 2,24 persen,” sebut Bupati Subandi dalam zoom meeting dengan tim verifikator di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (5/8/2025).

Bupati Subandi juga menyampaikan bahwa Sidoarjo telah meraih penghargaan sebagai kabupaten open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS). Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menambahkan, Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama Forum Kabupaten Sehat (FKS) terus melakukan pembinaan dan monitoring ke lapangan. Selain itu, memastikan semua tatanan dapat terpenuhi sesuai indikator nasional.

“Kami terus dorong agar sembilan tatanan kabupaten sehat bisa terpenuhi. Saat ini, berbagai inovasi sudah dijalankan. Mulai penguatan desa siaga, penataan kawasan tanpa rokok, hingga pengolahan limbah domestik yang ramah lingkungan,” pungkas dr Lhaksmie. (MT)

Eros Muhammad

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

9 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

9 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

9 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

11 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.