Categories: Gresik

Malam Selaweh, Ngalap Berkah ke Makam Sunan Giri Gresik

OLEH: Edhy Aruman (@gresikpedia.blogpsot.com)

NANTI malam, Gresik bakal tidak tidur. Jalan-jalan sempit akan dipenuhi langkah-langkah peziarah. Udara malam akan dipenuhi aroma dupa, jajanan khas, dan harapan.

Di langit, bintang-bintang seakan mendengarkan doa-doa yang lirih mengalir dari ribuan mulut yang khusyuk—karena malam ini adalah Malam Selaweh, malam yang dinanti-nanti oleh warga Gresik dan para pencari berkah dari segala penjuru.

Bagi umat Islam, sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah waktu paling sakral, penuh harapan bertemu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun bagi masyarakat Gresik, malam ke-25 Ramadhan punya pesona tersendiri.

Bukan hanya malam ibadah—tapi malam rezeki, malam silaturahmi, malam keramaian yang diberkahi.

Malam ini, kompleks Makam Sunan Giri akan menjadi pusat semesta. Sejak sore, arus manusia akan mengalir deras menuju bukit Giri, tempat Sunan Giri—salah satu Wali Songo—beristirahat dalam damai. Mereka datang dengan harap: memohon ampun, berkah, dan keselamatan dunia-akhirat.

Di Masjid Jamik Sunan Giri, tempat Sunan Giri dahulu mengajar dan beriktikaf bersama para santrinya, suasana khusyuk akan menyelimuti. Lantunan tadarus Al-Qur’an, dzikir, dan shalat sunnah tak putus sepanjang malam.

Di tengah keriuhan peziarah, suasana spiritual membuncah, menyatukan semua dalam keheningan yang menggugah.

Namun Malam Selaweh tak hanya milik peziarah. Sepanjang jalan menuju makam akan berubah jadi lautan manusia dan dagangan. Tenda-tenda kecil berdiri, lampu minyak dan bohlam gantung menerangi jalan.

Hiasan lampu damar kurung yang menghiasi langit di kawasan Giri, Gresik. (Foto: Istimewa)

Di sana-sini, pedagang kaki lima menawarkan segalanya—mainan anak, pakaian muslim, perhiasan, hingga makanan khas Gresik seperti jubung, pudak, dan otak-otak bandeng. Jalanan seperti mendadak menjadi pasar malam terbesar di Gresik, namun dengan nuansa religius yang kental.

Bagi sebagian pedagang, malam ini adalah momen emas—jualan bisa berkali lipat dari biasa. Tak heran, banyak pedagang dari luar Gresik pun turut meramaikan. Esok paginya, mereka hijrah ke Jl. Samanhudi untuk bersiap mengikuti Pasar Bandeng, tradisi lainnya yang tak kalah unik.

Untuk warga Gresik yang bekerja di sektor kerajinan rumahan—pengrajin songkok, konveksi pakaian, pembuat perhiasan—malam selaweh adalah batas akhir. Semua pekerjaan harus selesai malam ini. Barang produksi disetor ke toko, dan besali—workshop rumahan—dibereskan, disulap menjadi rumah layak huni, bersih, dan rapi menyambut Idul Fitri.

Sisa hari menjelang lebaran digunakan untuk berkumpul, bersih-bersih, dan beristirahat. Kota Gresik pun perlahan-lahan menjadi sepi, ditinggal para pekerja harian yang mudik ke kampung halamannya.

Saya sendiri hanya sekali menyaksikan ramainya malam selaweh. Saat itu, saya mendatangi sahabat lama, Dewi Kurnia, di Klangonan, hanya beberapa ratus meter dari Makam Sunan Giri.

Kami berbincang ringan, menyerap atmosfer malam yang terasa istimewa. Suasana yang ramai, namun menenangkan. Di tempat itu, saya menyadari: silaturahmi selalu membawa rezeki—baik dalam bentuk materi, ilmu, maupun kebahagiaan.

Dari Gresik, dari desa-desa seperti Giri Kedaton, Klangonan, hingga Sido Mukti, sejarah, kerajinan, dan kehangatan warga mengalir menyatu. Bahkan, dari keterampilan melapis tembaga dengan emas yang diajarkan Cak Mashudi kepada kakak dan sepupu saya, rezeki kami mengalir—membuktikan bahwa tradisi, silaturahmi, dan usaha adalah tiga pilar berkah.

Malam Selaweh adalah malam tentang doa dan dagang, tentang silaturahmi dan usaha, tentang keramaian dan kekhusyukan. Di Gresik, malam ini tak sekadar malam—ia adalah warisan budaya, spiritualitas, dan ekonomi rakyat yang berjalan seiring, memberi warna pada Ramadhan, memberi harapan bagi masa depan. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

6 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

17 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

17 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

18 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

19 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

19 hours ago

This website uses cookies.