“Ini sebetulnya penanganan darurat, peninggian darurat ini sekitar 1 meter Pak, kita sebetulnya juga tambah 0,7 meter,” ucapnya. Ia juga pastikan tidak terjadinya penambahan volume semburan yang menyebabkan luberan lumpur.
Menurutnya jika dibandingkan 20 tahun lalu, volume semburan memang jauh menurun. Dari awal semburan sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Sedangkan dari pengukuran saat ini, rata-rata adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari. “Kalau kita bandingkan dari 20 tahun lalu memang jauh ada penurunan, Pak. Dari awal-awal 20 tahun itu sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Dari pengukuran kita rata-rata saat ini adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari,” ungkapnya. (MT)
Pemerintah Kota Surabaya menegur pihak kontraktor yang menggunakan identitas Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek di…
Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final di…
Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan…
Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima bantuan…
Tradisi Muludan atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap terjaga di Kampung Nelayan Cumpat, Kedung…
Warga di kawasan Jalan Alas Malang, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, digegerkan dengan penemuan seekor…
This website uses cookies.