Para santri berfoto bersama dengan asatidz asatidzah dari Ponpes Nizamia dan SD Muhammadiyah 1 Sedati seusai kegiatan Daurah Tahfidz. (Istimewa)
METROTODAY, PASURUAN – Selama dua hari, siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Sedati merasakan serunya menjadi santri di pondok pesantren. Mereka mengikuti program Daurah Tahfidz bekerja sama dengan Pondok Pesantren Nizamia.
Pada Ramadhan ini, Ponpes Nizamia menghadirkan program menarik bagi siswa SD/MI yang memiliki program tahfidz. Tajuknya Daurah Tahfidz. Pada 10 hingga 11 Maret 2026, Ponpes Nizamia berkolaborasi dengan SD Muhammadiyah 1 Sedati merancang kegiatan untuk siswa kelas VI.
Kegiatan diawali dengan pembukaan pada hari Selasa (10/3/2026 ) sore. Sembari menunggu adzan magrib, para santri melaksanakan dzikir petang al-ma’tsurat dan membaca surah Al-Waqiah bersama-sama.
Santri membatalkan puasa dengan es dan takjil terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. Pengasuh Ponpes Nizamia KH. Dr. Muhammad Musfiqon, M.Pd bertindak sebagai imam. Selanjutnya, santri berbuka bersama dengan menu nasi kuning.
Para santri terlihat antusias. Mereka sangat senang. Terlebih, Ponpes Nizamia berada di lereng Gunung Penanggungan sehingga menghadirkan udara yang sejuk. Santri makan dan bercerita ria bersama teman-teman di taman ataupun gazebo yang tersebar di beberapa spot.
Memasuki waktu isya’, santri segera bersiap-siap untuk melaksanakan shalat isya dan terawih 1 juz secara berjamaah. Shalat terawih diimami oleh Ustadz Muhammad Fauzan Arif, S. Sos Al-Hafidz dengan membaca juz 21 sesuai dengan malam Ramadhan ke-21.
Selepas shalat tarawih 1 juz berjamaah, santri melanjutkan tadarus Al-Qur’an hingga pukul 21.00 WIB. Mereka terlihat sangat antusias karena mendapatkan pengalaman baru bersama teman-teman. Agenda berikutnya adalah istirahat atau tidur.
Esok harinya, pukul 03.00 WIB para santri sudah bangun untuk sahur dan shalat tahajjud. Dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah dan dzikir pagi Al-Ma’tsurat.
Kegiatan inti, yaitu setoran ziyadah dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB. Santri dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh ustadz dan ustadzah bersanad. Mereka menyetorkan ziyadah sesuai dengan capain juz masing-masing.
Setelah sesi ziyadah, mereka diberi waktu untuk istirahat dan shalat dhuha. Kegiatan dilanjutkan dengan ngaji kitab Taisirul Kholaq yang didampingi oleh ustadzah Ponpes Nizamia.
Memasuki waktu dzuhur, santri shalat berjamaah dan dilanjutkan dengan persiapan motivasi tahfidz. Motivasi tahfidz diisi oleh Pengasuh Ponpes Nizamia KH. Dr. Musfiqon, M.Pd. Antuasisme para santri tetap terjaga. Bahkan, beberapa santri memberi pesan kesan yang sangat positif. ”Enak ya ternyata mondok di Nizamia, suasananya sejuk dan ada sungai yang airnya segar.”
Kepala SD Muhammadiyah 1 Sedati Ustadz Dhani menyambut baik program Daurah Tahfidz dari Ponpes Nizamia. ”Kegiatan ini sangat bagus karena memberi pengalaman mondok secara langsung di pesantren. Inilah pondok Ramadhan semestinya,” tutur Ustadz Dhani.
Kegiatan selama dua hari satu malam itu diakhiri dengan penutupan serta foto bersama seluruh santri dan asatidz asatidzah dari Ponpes Nizamia dan SD Muhammadiyah 1 Sedati. (red/MT)
Puluhan siswa SD istimewa penyandang tunanetra di SLB A YPAB Tegalsari, Surabaya, menggelar kegiatan tadarus…
Pemerintah berupaya memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok hingga kesiapan infrastruktur menjelang Hari Raya Idulfitri 1447…
Sebuah mobil HRV mengalami kecelakaan hingga terbalik di Jalan Darmokali, Surabaya, Selasa (10/3). Mobil tersebut…
Anak berusia 10 tahun tenggelam di waduk belakang kelurahan Sambikerep, Surabaya, Selasa (10/3). Korban bernama…
Usai shalat tarawih Selasa (10/3) malam, jemaah telah mulai memenuhi kompleks masjid untuk melakukan berbagai…
SETIAP perjalanan menuju tanah suci selalu membawa cerita yang berbeda. Ada yang berangkat dengan segala…
This website uses cookies.