Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tengah), Ketua Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur Prof Dr Nurhasan M Kes (kanan), memberikan sambutan di acara sosialisasi panduan riset JATIM MELAJU 2026. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur terus memperkuat sinergi riset untuk mendukung pembangunan daerah berbasis inovasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi panduan riset kolaborasi antar PTN se-Jawa Timur melalui skema JATIM MELAJU yang digelar di Ruang Sidang Senat lantai 1 Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan 15 PTN se-Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Paguyuban Rektor Jawa Timur. Sosialisasi memaparkan mekanisme pengusulan proposal, skema pendanaan, sistem evaluasi, hingga strategi hilirisasi riset agar berdampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi.
“Kekuatan akademik yang tersebar di berbagai kampus perlu disinergikan agar menghasilkan solusi yang komprehensif. Kolaborasi ini harus menghasilkan solusi konkret yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya, Selasa (3/3).
Senada dengan itu, Perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Andriyanto, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan daftar inventarisasi masalah pemerintah provinsi, terdapat lebih dari 600 isu strategis di perangkat daerah. “Hasil riset bukan gimik, tetapi harus benar-benar menjawab persoalan,” ujarnya mengingatkan.
Program JATIM MELAJU mengusung strategi kemitraan pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media guna menciptakan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy.
“Fokus kajian diarahkan pada isu prioritas seperti kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan dasar, energi baru terbarukan, serta penguatan daya saing ekonomi,” tuturnya.
Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-1 (Tanpa Kemiskinan), poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), serta poin ke-14 (Ekosistem Laut dan Lingkungan).(ahm)
Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…
Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…
Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…
Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…
This website uses cookies.