Petugas KAI Daop 8 Surabaya saat berlatih evakuasi tanggap darurat. Latihan ini sebagai upaya mempersiapkan kepadatan penumpang saat arus mudik. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Menjelang masa angkutan lebaran 2026 yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan jumlah penumpang, PT Kereta Api Indonesia, Daop 8 Surabaya menggelar simulasi tanggap darurat sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat operasional perkeretaapian.
Kegiatan simulasi dilaksanakan di Stasiun Surabaya Pasar Turi dan diikuti oleh jajaran petugas operasional KAI Daop 8 Surabaya. Simulasi diawali dengan apel kesiapan, pemberian safety induction, serta penyampaian arahan teknis pelaksanaan guna memastikan seluruh peserta memahami prosedur dan peran masing-masing selama kegiatan berlangsung.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi.
“Simulasi tanggap darurat ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh petugas siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI, terlebih pada masa Angkutan Lebaran dengan lonjakan volume perjalanan pelanggan,” ujar Mahendro, Jumat (30/1).
Dalam kesempatan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menguji empat skenario utama, yaitu penanganan anjlokan kereta, kebakaran sarana, evakuasi penumpang dan pegawai, serta normalisasi jalur pascakejadian. Setiap skenario dirancang untuk mengukur kecepatan respons petugas, efektivitas komunikasi antarfungsi, serta kejelasan alur komando dan pembagian tugas di lapangan.
Mahendro menambahkan, simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan secara berkala menjadi evaluasi penting untuk meningkatkan kesiapan dan menyempurnakan prosedur kedaruratan yang dimiliki KAI.
“Melalui simulasi ini, kami dapat mengidentifikasi potensi kendala di lapangan sekaligus melakukan perbaikan terhadap prosedur penanganan keadaan darurat. Dengan demikian, KAI Daop 8 Surabaya dapat memastikan layanan kereta api tetap aman, andal, dan nyaman bagi seluruh pelanggan, terlebih pada periode angkutan lebaran,” jelasnya.
KAI Daop 8 Surabaya terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta memastikan seluruh aspek operasional siap dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. (ahm)
Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…
Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…
Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…
Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…
This website uses cookies.