Sejumlah kereta api relasi Surabaya dan Malang alami keterlambatan saat melintas di jalur utara Pekalongan karena banjir. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Beberapa perjalanan kereta api menuju Surabaya dan Malang mengalami keterlambatan kedatangan. Hal ini disebabkan cuaca ekstrem dengan hujan tinggi yang menyertai genangan air di jalur utara wilayah Pekalongan, Daop 4 Semarang, sehingga perlu dilakukan rekayasa pola perjalanan demi keselamatan operasional.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan dampak kondisi cuaca tersebut terhadap kelancaran perjalanan.
“Kondisi cuaca ekstrem berdampak pada kelancaran perjalanan KA yang melintas di wilayah tersebut, sehingga beberapa perjalanan mengalami penambahan waktu tempuh. Untuk menjamin keselamatan, kami melakukan penyesuaian operasional, pembatasan kecepatan, dan pengaturan pola operasi KA,” ujar Mahendro, Sabtu (17/1).
Ia menambahkan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Aspek keselamatan menjadi kunci penting dalam perjalanan kereta api. Setiap jalur yang terdampak cuaca ekstrem harus melalui pemeriksaan dan pemantauan secara intensif sebelum dan selama dilalui KA. XHal ini berdampak pada penambahan waktu tempuh, namun langkah tersebut wajib dilakukan demi keselamatan pelanggan dan petugas,” katanya.
Hingga siang ini, tercatat sebanyak 3 perjalanan KA mengalami keterlambatan. Dua di antaranya tiba terlambat di Stasiun Surabaya Pasarturi, yaitu KA Argo Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasarturi) dan KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi). Sedangkan satu KA lainnya, KA Jayabaya (Pasarsenen – Malang), terlambat di Stasiun Malang. Rentang keterlambatan berkisar antara 200 hingga 300 menit.
Sementara itu, untuk keberangkatan KA dari Daop 8 Surabaya hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 18 perjalanan berangkat tepat waktu. Sebanyak 7 KA berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi, 6 dari Stasiun Surabaya Gubeng, dan 5 dari Stasiun Malang.
KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan seluruh unit terkait untuk menjaga optimalitas pelayanan penumpang. Upaya normalisasi perjalanan juga terus dioptimalkan seiring dengan perbaikan kondisi cuaca dan penetapan status jalur aman untuk dilalui KA.
Selain itu, untuk antisipasi kejadian serupa, pihaknya juga melakukan komunikasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. “KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan akibat dampak dari cuaca ekstrem,” pungkasnya. (ahm)
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…
Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…
This website uses cookies.