Categories: Surabaya Raya

BMKG Tanjung Perak Ungkap Banjir Rob di Surabaya 2-9 Desember Bisa Lebih Tinggi, Penurunan Tanah dan Hujan Jadi Faktor Utama

METROTODAY, SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperingatkan potensi banjir rob di Surabaya pada 2-9 Desember akibat pasang maksimum air laut.

Fenomena ini diperparah oleh penurunan daratan ditambah curah hujan yang tinggi semakin mempermudah air laut masuk ke wilayah pesisir.

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa fase bulan menyebabkan air laut naik hingga 120-150 cm dari permukaan laut.

“Banjir rob ini dipengaruhi air laut maksimum akibat fenomena fase bulan. Potensi banjir rob kali ini hampir sama dengan beberapa hari lalu, ditambah musim hujan, ketinggian air bisa bertambah 30-60 cm atau setinggi setengah betis orang dewasa,” jelas Ady, Senin (1/12).

Banjir rob diperkirakan terjadi pada malam hari, antara pukul 20.00 hingga 24.00 WIB. Meskipun gelombang di Selat Madura relatif kondusif, Ady mengingatkan potensi awan Cumulonimbus (CB) memicu kenaikan gelombang signifikan.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Surabaya barat, utara, dan timur yang berdekatan dengan pesisir, seperti Krembangan, Gunung Anyar, Asemrowo, Romo Kalisari, dan sekitar Pelabuhan Tanjung Perak.

BMKG Maritim Tanjung Perak mengimbau warga untuk mengantisipasi banjir rob dengan meninggikan wilayah. Ady juga menekankan pentingnya kerjasama antara stakeholder, terutama di pesisir pantai, untuk mengeruk sedimen.

“Antisipasi warga sekitar dengan meninggikan wilayah. Butuh kerjasama stakeholder pesisir pantai mengeruk sedimen karena pesisir semakin dangkal, air laut mudah meluap ke daratan. Tanggul juga harus ditinggikan,” tuturnya.

Ady menambahkan bahwa penurunan daratan yang disebabkan oleh beban kendaraan berat seperti di kawasan Krembangan dan Greges, turut memperparah dampak banjir rob. Selain ditambah dengan curah hujan yang tinggi di Surabaya juga menambah ketinggian air.

Fenomena pasang maksimum ini kerap terjadi dalam setahun terakhir, bahkan ada yang terjadi sebulan sekali. Pada 4 Desember mendatang, fenomena ini bertepatan dengan supermoon, di mana bulan berada dekat dengan bumi sehingga meningkatkan gaya gravitasi dan menyebabkan pasang maksimum.

“Untuk ketinggian (banjir rob) tergantung elevasi. Ketinggian otomatis tergenang 120-150 cm, jika elevasi di bawah 150 cm pasti tergenang,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

8 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

19 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

19 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

19 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

20 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

21 hours ago

This website uses cookies.