Ilustrasi air keras. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, JAKARTA – Polda Metro Jaya ungkap dua inisial terduga pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, tidak menutup kemungkinan pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang disampaikan.
“Dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut, dari satu data Polri, satu inisial BHC dan satu inisial MAK,” kata Kombes Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3).
Iman menambahkan bahwa pihaknya sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berjumlah 15 orang.
“Dari keterangan tersebut dan keterhubungan dengan barang bukti dengan petunjuk yang kami peroleh, baik itu di tempat kejadian perkara langsung maupun di sepanjang jalur yang diduga pelintasan,” ucapnya.
Iman juga menyampaikan pihaknya sudah membuka layanan pengaduan hotline 110 dan nomor 081285599191 untuk pengembangan penyidikan kasus tersebut.
“Kami buka layanan kepada masyarakat untuk memberikan atau menyampaikan informasiAndrie Yunus yang mengetahui atau mengenal dari gambar pelaku yang tadi kami sampaikan dapat menjadi penguatan keterangan bagi kami,” katanya.
Iman juga menyebutkan pihaknya sedang menganalisis terhadap bukti-bukti scientific yang lain dalam rangka mendukung proses pengungkapan perkara dimaksud ini.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa kepolisian terus bekerja untuk menangani kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
“Kemarin, Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” kata Kapolri di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan Polri melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sedang mendalam 86 kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP).
Kendati demikian, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak akan berhenti pada rekaman CCTV dan akan mencari sumber-sumber informasi serta alat bukti lainnya.
“Yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap ataupun paling tidak menjadi terang benderang,” ucapnya. (MT)
Menjelang Pilkada pada 2024, Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan bahwa dirinya izin ke pimpinan DPW untuk…
Penanganan cepat ditunjukkan aparat militer dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk…
Sebanyak 58 armada bus mengangkut pemudik dari Jakarta ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa…
Bungurasih adalah salah satu dari 17 desa di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Desa…
Untuk mengantisipasi potensi meningkatnya urbanisasi pasca momentum mudik dan arus balik Lebaran 2026, Pemkot Surabaya…
Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan…
This website uses cookies.