Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. (Foto: Sekretariat Presiden)
METROTODAY, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti ibu pertiwi. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tutup usia pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Tokoh militer bersahaja kelahiran Surabaya, 15 November 1935, itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi kabar tersebut dengan nada bicara yang penuh kehilangan. Ia menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia merasakan dukacita yang luar biasa atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut.
“Benar, Bapak Try Sutrisno telah meninggal dunia. Kita berdukacita sangat mendalam,” ungkap Prasetyo Hadi di Jakarta.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998 itu, pemerintah langsung bergerak cepat.
Prasetyo Hadi telah menginstruksikan jajaran RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, hingga Kementerian Sekretariat Negara untuk mengawal seluruh prosesi perkabungan hingga pemakaman.
Segala kebutuhan mulai dari pemulasaraan jenazah hingga upacara pemakaman secara militer disiapkan dengan standar tertinggi. “Saya sudah meminta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik bagi almarhum,” tegas Mensesneg.
Kabar duka ini pertama kali tersiar dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tempat almarhum mengabdikan diri di masa tuanya sebagai Dewan Pengarah.
Setelah proses pemandian di RSPAD, jenazah almarhum dibawa menuju rumah duka yang berlokasi di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Pihak keluarga pun menyampaikan pesan menyentuh melalui keterangan tertulis, meminta doa dan pintu maaf bagi almarhum.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis petikan pesan dari pihak keluarga.
Try Sutrisno dikenal bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan juga sebagai sosok prajurit yang disiplin namun rendah hati. Karier militernya mencapai puncak saat ia menjabat sebagai Panglima ABRI (kini TNI) sebelum akhirnya terpilih menjadi Wakil Presiden.
Selamat jalan, Pak Try. Pengabdianmu bagi bangsa akan selalu terkenang di setiap sudut negeri. (*)
Pemkab Sidoarjo mendorong percepatan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan Persib Bandung setelah laga klasik berakhir dengan skor…
Dua pekerja yang tengah membersihkan gedung Apartemen Ascott Waterplace terkena musibah saat cuaca buruk melanda…
Cuaca buruk yang datang tiba-tiba di kawasan barat Kota Surabaya pada Senin sore (2/3) berujung…
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Surabaya pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 15.00…
K.H. ALI MAS’UD tercatat enam kali melangsungkan pernikahan. Yang pertama dengan Nyai Maisarah atau Nyai…
This website uses cookies.