Categories: Nasional

Tim Reformasi Polri Terima Usulan Perubahan Sistem Komando, Segera Sampaikan ke Presiden Prabowo

METROTODAY, SURABAYA – Tim Percepatan Reformasi Polri menggelar diskusi publik di Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (27/11), untuk menjaring masukan dari akademisi dan masyarakat terkait agenda reformasi kepolisian.

Diskusi ini menyoroti berbagai aspek, termasuk sistem komando kepolisian dan respons terhadap laporan masyarakat.

Anggota Tim Percepatan Reformasi Polri, Otto Hasibuan, menyatakan bahwa dialog ini adalah wadah untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi konkret.

“Pada kesempatan ini kami sebagai anggota tim reformasi Polri ingin mendapatkan masukan-masukan dari semua masyarakat di Jawa Timur,” kata Otto.

Ia menekankan bahwa timnya tidak hanya mencari masalah, tetapi juga solusi. “Sebenarnya tidak hanya kami belanja masalah, tapi juga belanja solusinya. Jadi problem belanja shopping solusi,” tuturnya.

Salah satu masukan menarik yang muncul adalah usulan perubahan sistem komando di kepolisian. “Salah satu dari guru besar tadi menyampaikan, apakah betul memang sistem komando pada kepolisian ini harus diubah,” ujar Otto.

Usulan ini mengaitkan perubahan sistem komando dengan kemungkinan penggantian nama Hari Bhayangkara menjadi hari lain yang lebih mencerminkan kepolisian sipil.

Sementara itu, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, anggota Tim Percepatan Reformasi Polri lainnya, menyoroti pentingnya kecepatan respons Polri terhadap laporan masyarakat.

“Masyarakat itu membutuhkan kecepatan. Jadi kalau misalnya tidak hanya ke polisi, mungkin lapor ke kantor desa, ke aparat pemerintah yang lain, ke kepolisian, dia memang membutuhkan respon yang cepat,” ujarnya.

Badrodin juga menanggapi pertanyaan terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang jabatan sipil bagi anggota Polri. Ia mengatakan bahwa implementasinya tergantung pada penilaian kapolri.

“Kalau secara hukum kan sudah ada banyak pakar-pakar yang sudah berbicara tentang keputusan MK itu. Dan sudah memang artinya seperti itu dan harus ditanggalkan,” katanya.

Tim Percepatan Reformasi Polri akan mengelompokkan keluhan-keluhan yang masuk dan membahasnya untuk memberikan saran kepada Presiden. Masalah-masalah kecil akan diserahkan kepada Kapolri untuk diselesaikan secara internal.

“Nanti tugas kami ini mengelompokkan kemudian beberapa kelompok-kelompok yang mayor, mana yang memang urgent. Itu nanti kita diskusikan untuk disarankan kepada Presiden,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

41 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

3 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

4 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.