Categories: Nasional

Ecoton Gelar Aksi di Konjen Australia di Surabaya Tolak Kiriman Sampah Plastik ke Indonesia

METROTODAY, SURABAYA – Aktivis lingkungan Ecoton menggelar aksi demonstrasi di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, Rabu (6/8), memprotes kebijakan pengiriman sampah plastik ke Indonesia.

Aksi ini diwarnai dengan replika boneka perempuan dan anak kecil dalam etalase yang dipenuhi tumpukan plastik, sebagai simbol dampak sampah plastik pada kesehatan ibu dan bayi.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi, mengungkapkan bahwa Australia telah mengirimkan 22.333 ton sampah plastik ke Indonesia selama periode 2023-2024, naik 27,9 persen dari tahun sebelumnya.

“Australia telah mengirimkan sampah plastik ke Indonesia sebanyak 22.333 ton selama periode 2023-2024, naik 27,9 persen dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Prigi menambahkan, sejak 2020 hingga 2024, Australia telah mengirimkan total 2,7 miliar kilogram sampah kertas dengan kontaminasi plastik ke Indonesia.

Ia memaparkan dampak memprihatinkan dari sampah plastik tersebut, seperti pencemaran dioksin di Sidoarjo dan Malang, serta temuan mikroplastik dalam darah, amnion, dan urine warga.

“Ditemukan 88 partikel mikroplastik dalam 26 sampel darah, 107 partikel dalam 11 sampel amnion, dan 52 partikel dalam 9 sampel urine,” jelas Prigi.

Ecoton juga menemukan bahwa cairan ketuban, darah tali pusat, dan darah ibu. Hal ini dapat menyebabkan janin mengalami stres oksidatif, gangguan hormonal, dan kerusakan DNA janin.

Ecoton menyoroti minimnya respons Australia terhadap masalah ini sejak 2024. Koordinator Aksi Sampah Impor Ecoton, Alaika Rahmatullah, menegaskan bahwa Australia harus segera menghentikan ekspor sampah plastik ke Indonesia dan mendukung perjanjian internasional yang adil dalam Global Plastic Treaty.

“Melalui aksi ini, bertepatan dengan perundingan Global Plastic Treaty sesi ke-5.2, Ecoton menyerukan penghentian ekspor sampah plastik dari Australia ke Indonesia,” tegas Alaika.

Ia juga menyerukan dukungan terhadap perjanjian global yang ambisius dan berkeadilan, serta kolaborasi pemerintah Indonesia dan Australia dalam melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk polusi plastik.

“Aksi ini penting bagi dunia akan tanggung jawab bersama dalam mengatasi krisis sampah plastik global dan mendesak tindakan nyata dari negara-negara maju,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

41 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

3 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

4 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.