Categories: Nasional

Kota Probolinggo Gelar Edukasi Mikroplastik dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

METROTODAY, PROBOLINGGO – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dan Ecoton menggelar edukasi bahaya mikroplastik di Taman Maramis dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema global “Beat Plastic Pollution.”

Salah satu sesi penting adalah sosialisasi bahaya mikroplastik oleh tim dari Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation). Rafika, peneliti mikroplastik Ecoton, menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terutama kemasan sachet.

“Sachet menjadi penyumbang terbesar sampah plastik. Beralih ke sistem refill dan membawa wadah sendiri dapat menyelamatkan lingkungan dan tubuh kita dari ribuan partikel plastik setiap tahunnya,” jelas Rafika, Rabu (11/6).

Tasya, koordinator refill keliling Ecoton, menambahkan bahwa satu orang yang rutin menggunakan sistem refill dapat mengurangi sekitar 75 sachet plastik per bulan, atau hampir 1.000 sachet per tahun.

Tri, guru Geografi SMP Negeri 1 Kota Probolinggo, mengaku sangat senang karena siswanya bisa belajar langsung tentang bahaya mikroplastik dan cara mengubah kebiasaan konsumsi.

“Edukasi ini penting agar mereka menjadi generasi peduli lingkungan. Menarik ini anak-anak bisa belajar langsung bahaya mikroplastik,” kata Tri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi penguat gerakan lingkungan lokal.

“Kami ingin menjadikan Kota Probolinggo contoh kota yang aktif mengurangi polusi plastik. Kami berharap akan lahir lebih banyak sekolah adiwiyata, komunitas zero waste, dan rumah tangga yang mengurangi plastik sekali pakai,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, usai mengunjungi stan Ecoton, menyampaikan apresiasinya atas edukasi berbasis data yang menarik. Ia mengajak masyarakat menjadikan Hari Lingkungan Hidup sebagai momentum perubahan perilaku.

“Kita semua bertanggung jawab atas masa depan lingkungan. Mulai dengan membawa botol minum sendiri, menolak kantong plastik, dan memilah sampah dari rumah,” pesannya.

Program Kota Probolinggo Bersolek juga menekankan pengurangan plastik sekali pakai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Beat Plastic Pollution”, Kota Probolinggo bergerak menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

11 minutes ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

1 hour ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

20 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

22 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

23 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

24 hours ago

This website uses cookies.