Categories: Nasional

Bidik Peringkat Utama, Pemkab Sidoarjo Verifikasi Evaluasi KLA Tahun 2025

METROTODAY, SIDOARJO – Demi mewujudkan kabupaten layak anak, Bupati Sidoarjo H. Subandi SH, M.Kn bersama stake holder terkait melaksanakan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Layak Anak di Tahun 2025 di Pendopo Delta Wibawa.

Pada kesempatan ini, Bupati Sidoarjo melakukan paparan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Dr. Fenny Apridawati, Asisten Sidoarjo Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Ainur Rahman,MM serta stake holder terkait di hadapan Deputi Perumusan dan Koordinasi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Muhammad Ihsan.

Hadir pula, Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Nanang Rahman serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Prov. Jawa Timur.

Selain menyampaikan visi dan misi Kabupaten Sidoarjo 2025-2030 yaitu Menata, Desa, Membangun Kota Menuju Sidoarjo Menjadi Metropolitan Inklusif, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berkelanjutan. Ia juga menyampaikan berdasarkan data BPS tahun 2023 jumlah anak yang ada di Sidoarjo sebesar 572.181 jiwa atau 28,22% dari jumlah penduduk di Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 1.996.825 jiwa.

Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan sumber data BPS Tahun 2023 sebesar 81,88 sedangkan di Tahun 2022 sebesar 81,37 jika diperhatikan ada kenaikan sebesar 0,51% ini menunjukkan bahwa komitmen Kabupaten Sidoarjo Terhadap Peningkatan indeks pembangunan manusia yang terdiri dari unsur usia harapan hidup harapan lama sekolah rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita.

Pada Tahun 2022 anggaran untuk anak sebesar 479.363.927.700 sedangkan di Tahun 2023 sebesar 623.428.195.872 jadi ada kenaikan sebesar 144.064.268.172 atau 23,11%.

“Sebenarnya masih banyak anggaran yang belum dimasukkan oleh perangkat daerah dalam pengisian di aplikasi KLA yang disebabkan oleh masih adanya pemahaman yang terkait dengan anggaran untuk anak seperti untuk pembangunan Taman ramah anak yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Tahun 2022 ada anggaran sebesar 34.169. 80 5.756 dan tahun 2023 sebesar 39.875.536.383. Dan masih banyak OPD yang nanti bisa disampaikan pada forum ini terkait komitmen Pemerintah Daerah dalam dukungan anggaran untuk program Perlindungan Anak dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Sidoarjo.

“Kota layak anak di Kabupaten Sidoarjo sudah mulai tahun 2017 sampai dengan 2003 dilalui mulai dari peringkat Pertama, Madya, Nindya yang sudah hampir 4 tahun ini sehingga besar harapan di tahun 2025 Kabupaten Sidoarjo sudah bisa naik peringkat menjadi utama.”

Guna menuju kabupaten layak anak, Kabupaten Sidoarjo secara umum telah memenuhi kriteria kelembagaan dan cluster yang telah ditetapkan Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik Indonesia yaitu :

1. Kelembagaan

2. Klaster 1 hak sipil dan kebebasan

3. Klaster 2 lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif

4. Klaster 3 Kesehatan dasar dan kesejahteraan

5. Klaster 4 pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya

6. Klaster 5 perlindungan khusus

Dan sebagai daya ungkit untuk mengevaluasi pada hari ini perlu di sampaikan juga terkait kelembagaan yang telah ditetapkan :

1. Perda Nomor 2 Tahun 20023 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak Kabupaten Sidoarjo

2. Perda Nomor 11 tahun 2024 tentang Penghormatan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

3. Pencegah perkawinan anak usia dini telah diterbitkan surat edaran Sekretaris Daerah nomor 400.2/15787/ 38.5.9/2024 pada tanggal 4 Desember 2024 tentang pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Sidoarjo.

Dan selanjutnya untuk penjelasan Klaster 1 sampai dengan 5 dapat dilihat dalam paparan yang kami sampaikan dengan anggota gugus tugas yang akan menjelaskan secara teknis nanti dalam verifikasi lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Kayak Anak Tahun 2005 di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.

Selanjutnya setelah paparan dari Bupati dan para pemangku masing-masing kluster, tim verifikator menyampaikan bahwa sebagian besar apa yang disampaikan sudah cukup mendukung namun masih ada beberapa point yang perlu dibenahi atau ditambahkan. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

52 minutes ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

1 hour ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

2 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

3 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

10 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

14 hours ago

This website uses cookies.