Categories: Nasional

Kabar Baik bagi Dosen ASN di Lingkungan Kemendikti Saintek, Presiden Prabowo Sudah Teken Perpres Tukin

METROTODAY, SURABAYA – Ini kabar baik bagi dosen di lingkungan Kemendikti Saintek. Tunjangan kinerja yang didesakkan para dosen segera dicairkan.

Sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan pencairan tunjangan kinerja para dosen di Kemendikti Saintek tersebut. Kemendikti Saintek menyebutkan bahwa pencairan akan dilakukan Juli-Agustus 2025.

Namun demikian, kepastian pencairan tunjangan kinerja yang ditunggu-tunggu tersebut telah muncul. Itu setelah Presiden Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden No 19 Tahun 2025 tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan kementerian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Presiden Prabowo Subianto meneken Perpres tersebut pada 27 Maret 2025 lalu.

Informasinya, terbitnya perpres tersebut diumumkan secara resmi. Termasuk ditayangkan dalam Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH).

Dalam perpres tersebut disebutkan kelas tunjangan kinerja yang akan diperoleh. Distribusi tunjangan akan dilakukan setiap bulan berdasarkan kelas jabatan yang dimiliki.

Perpres tersebut menentukan 17 kelas jabatan. Di mana kelas jabatan 17 adalah yang tertinggi dan berhak tunjangan kinerja sebesar Rp 33 juta.

Adapun Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek ditentukan tunjangan kinerja yang akan didapat sesuai dengan Perpres, yakni sebesar 150 persen dari kelas jabatan tertinggi. “Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memimpin dan mengepalai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diberikan tunjangan kinerja sebesar l50% (seratus lima puluh persen) dari tunjangan kinerja dengan kelas jabatan tertinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” demikian kutipan perpres yang beredar.

Ditandatanganinya perpres tersebut tentu menjadi kabar gembira bagi para dosen di lingkungan Kemendikti Saintek. Sebab, tunjangan kinerja tersebut sudah dijanjikan sejak 2020. Namun, hingga pemerintahan berganti tunjangan kinerja tak kunjung terealisasi. (*)

Naufal

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

2 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

2 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

3 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

3 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

11 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

14 hours ago

This website uses cookies.