Categories: Nasional

Pemerintah Pastikan Stabilisasi Harga Bapok dan MINYAKITA Menjelang Idul Fitri

METROTODAY, JAKARTA – Stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) pada momen Hari Raya Idul Fitri menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Perdagangan bersama instansi terkait bersinergi menjaga kelancaran distribusi pasokan bapok, termasuk minyak goreng rakyat MINYAKITA.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan soal stabilitas harga kebutuhan pokok tersebut saat Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 2025  di Jakarta (10/3). Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan.

Mendag Budi Santoso menyatakan pihaknya terus bersinergi dengan instansi terkait. ”Setiap saat, Kemendag terus memantau pasar. Ketika ada permasalahan pasokan, Kemendag  langsung turun untuk menyelesaikan agar tidak terjadi panic buying di masyarakat,” papar Budi dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (11/3).

Terkait minyak goreng, Mendag mengatakan tidak ada masalah dari sisi pasokan. Kemendag telah berkoordinasi dengan produsen untuk meningkatkan pasokan hingga dua kali  lipat.  Namun, perlu diwaspadai proses distribusi minyak goreng rakyat MINYAKITA ke pasar rakyat  seluruh Indonesia agar harganya tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Kemendag bersama dengan Satuan Tugas Pangan Polri, 38 pemerintah daerah, dan 4 Balai Pengawasan Tertib Niaga terus melakukan pengawasan untuk memastikan kelancaran  distribusi, ketersediaan, dan kesesuaian HET MINYAKITA,” tegasnya.

Sementara itu, pada rakor pengendalian inflasi daerah, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang mengatakan, kebutuhan rata-rata minyak goreng nasional per bulan adalah sebesar 257.000 ton. Sementara, suplai MINYAKITA dari DMO (domestic market obligation) rata-rata 160 ribu—174 ribu ton.

“Minat masyarakat terhadap MINYAKITA tinggi mengingat harganya yang murah. Untuk itu, pemerintah telah mengambil  beberapa langkah menjaga stabilisasi harga dan ketersediaannya,” katanya. Di antaranya, melakukan pertemuan dengan produsen, pemilik  perusahaan, serta dinas terkait untuk mengadakan double supply terhadap MINYAKITA di pasaran. (*)

Naufal

Recent Posts

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

1 hour ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

2 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

21 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

23 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

1 day ago

This website uses cookies.